Wagub Jateng Tinjau Banjir Pekalongan, Sungai Bremi Jadi Fokus Penanganan

PEKALONGAN[Berlianmedia] – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Pekalongan, Senin (19/1). Tinjauan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis, mulai dari tanggap darurat hingga rencana jangka panjang.

Didampingi istrinya, Nawal Arafah Yasin, Taj Yasin tiba di Jalan Raya Tirto Raya, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, saat genangan air masih mengepung kawasan permukiman. Ia menyusuri lokasi banjir dan menyempatkan diri mengunjungi warga yang mengungsi di masjid setempat.

Kehadiran Wakil Gubernur disambut warga yang tengah berbenah dan mengungsi. Taj Yasin berdialog langsung dengan masyarakat serta jajaran pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi dan memastikan langkah penanganan lanjutan berjalan optimal.

Di lokasi yang sama, Nawal Arafah Yasin turut menyapa para ibu pengungsi serta membagikan buku kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan moril di tengah situasi darurat banjir.

Baca Juga:  Bank Jateng Salurkan TJSL Rp321,3 Miliar Untuk Bantu Atasi Kemiskinan

Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Taj Yasin menegaskan bahwa penanganan jangka pendek difokuskan pada mitigasi darurat dengan memprioritaskan keselamatan kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

Sejumlah warga dengan kondisi kesehatan khusus, termasuk penderita stroke, telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. “Kita pastikan masyarakat aman, terutama lansia, anak, dan warga berkebutuhan khusus. Kemarin sudah ada yang kita angkut dan kita ungsikan,” kata Taj Yasin.

Selain evakuasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Dapur umum telah disiagakan untuk menjamin ketersediaan makanan, bahan pokok, serta layanan kesehatan bagi para pengungsi.

Untuk penanganan jangka menengah, Taj Yasin menyoroti kondisi tanggul Sungai Bremi yang masih bersifat sementara dan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menginstruksikan jajarannya agar segera melakukan perhitungan teknis guna mempercepat perbaikan.

Baca Juga:  4 Arahan Ganjar Tanggulangi Kemiskinan di WonoSraTen

“Ada salah satu tanggul yang belum permanen dan itu kewenangan kami. Hari ini langsung saya minta dihitung supaya penanganannya bisa lebih cepat,” tegasnya.

Sementara itu, penanganan jangka panjang akan difokuskan pada Sungai Bremi. Menurut Taj Yasin, proyek penanganan sungai tersebut telah dianggarkan oleh pemerintah pusat dengan nilai sekitar Rp50 miliar dan direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2026.

“Sungai Bremi itu sudah dianggarkan dari pusat. Informasi dari BBWS sekitar Rp50 miliar, namun memang belum dikerjakan,” ujarnya.

Di lokasi pengungsian, Sujatmiko (60), salah satu warga terdampak, mengungkapkan bahwa banjir dipicu jebolnya tanggul Sungai Bremi yang diperparah oleh hujan deras. Akibatnya, air menggenang dan belum surut hingga saat ini.

“Penyebab banjir dari tanggul Sungai Bremi jebol. Air keluar, ditambahi hujan, lalu mandek sampai sekarang. Rumah saya tenggelam, cuma kelihatan atap gentengnya saja,” ujarnya.

Baca Juga:  Sumanto: Demokrasi Panggung Utama Aspirasi Masyarakat, DPRD Jateng Harus Berikan Kanal

Ia mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya karena air datang dengan cepat. Seluruh perabotan rumah tangga masih terendam di dalam rumah. Meski demikian, Sujatmiko menyebut kondisi konsumsi dan obat-obatan di pengungsian relatif aman.

“Aman di sini, bisa saling bantu. Mudah-mudahan ke depan tidak banjir lagi. Daerah Tirto ini memang langganan banjir, tapi yang sekarang ini paling besar,” pungkasnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!