Puluhan Siswa SDN Sendangmulyo 03 Semarang Ikuti Pelatihan Martabak Mini Anti Gagal di Pasar Johar
SEMARANG[Berlianmedia] – Berangkat dari semangat pemberdayaan sejak dini serta pengenalan kemandirian ekonomi, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Balai Karya Utama (Barutama) kembali menggelar pelatihan keterampilan praktis. Kali ini, puluhan siswa SD Negeri Sendangmulyo 03 Kota Semarang mengikuti Pelatihan Hans dan Cooking Class cara membuat Martabak Mini Anti Gagal yang berlangsung di Pasar Johar Selatan Baru, Jalan Pedamaran, lantai 3, Semarang, Selasa (16/12).
Sebanyak 84 siswa kelas 5 tampak antusias mengikuti pelatihan yang dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dasar kewirausahaan, mulai dari pengenalan bahan, proses pembuatan, hingga penyajian martabak mini yang lezat dan bernilai jual.
Ketua LKP Pasar Johar Selatan Baru, Solikati yang akrab disapa Mbak Aik, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan memasak, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan kembali pasar tradisional kepada generasi muda.
“Hari ini adik-adik datang ke Pasar Johar tidak hanya untuk belajar membuat martabak, tetapi juga melihat langsung kondisi pasar tradisional yang mulai tergerus digitalisasi. Ini bagian dari dukungan terhadap program pemerintah untuk menghidupkan kembali pasar rakyat,” ujarnya.

Selain praktik membuat martabak mini anti gagal, para siswa juga diajak berkeliling pasar dengan pendampingan mentor dan guru. Mereka dikenalkan proses pembuatan martabak mulai dari mengaduk adonan, mencetak, hingga memberi topping secara mandiri.
“Semua dilakukan sendiri oleh adik-adik, mentor hanya memandu. Harapannya, ilmu ini bisa dipraktikkan kembali di rumah bersama orang tua,” tambah Mbak Aik.
Sementara itu, Guru Kelas 5 SDN Sendangmulyo 03 Semarang, Munafiah, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi LKP Barutama. Ia menyebut kegiatan ini telah diagendakan sekolah sebagai bagian dari pembelajaran pasca ujian semester.
“Sejak awal memang kami susun kegiatan pembelajaran di luar kelas, dan Pasar Johar Selatan Baru menjadi pilihan karena nilai edukatifnya sangat lengkap,” kata Munafiah yang akrab disapa Bu Nafi.
Menurutnya, kehadiran siswa di pasar tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga memperluas wawasan tentang keberagaman aktivitas ekonomi di Pasar Johar Selatan Baru, mulai dari pedagang buah, sembako, bumbu dapur hingga fashion, dari lantai dasar hingga lantai atas.
“Ini menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap Kota Semarang dan pasar tradisionalnya. Kami mengucapkan terima kasih atas ilmu dan pengalaman berharga yang diberikan kepada siswa kami,” pungkasnya.
Selain pelatihan keterampilan, kegiatan juga diisi dengan edukasi bahaya narkoba bagi pelajar yang disampaikan Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Jawa Tengah, Hernawan Tri Handoyo.
Dalam penyampaiannya, Om Han, sapaan akrabnya mengingatkan para siswa agar lebih waspada terhadap jajanan dan minuman yang tidak jelas asal-usulnya.
“Narkoba bisa disusupkann kedalam makanan dan minuman. Jika menemukan jajanan yang mencurigakan atau terlalu murah, jangan langsung dibeli, laporkan ke orang tua atau guru,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa narkoba dapat merusak kesehatan, menurunkan fungsi organ tubuh, serta menghancurkan masa depan generasi muda.
Usai praktik membuat martabak mini, para siswa diajak berkeliling Pasar Johar Selatan Baru dan ditutup dengan kegiatan makan bersama di lantai empat pasar, menambah keakraban serta pengalaman belajar yang menyenangkan.


