PSSI ke FIFA: Kericuhan Kanjuruhan, Ini Perbuatan Oknum

MALANG[Berlianmedia] – Ketua Komite Wasit PSSI Ahmad Riyadh yang juga Ketua Asprov PSSI Jatim mengatakan FIFA telah berkomunikasi dengan FIFA dan AFC mengenai penyebab jatuhnya ratusan korban meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (01/10).

Dalam komunikasi Rabu (5/10) PSSI menyebut bukan Pemerintah Indonesia yang sengaja melanggar aturan FIFA terkait gas air mata. PSSI memakai kata oknum untuk menggambarkan aparat yang menembakkan gas air mata ke tribune.

Riyadh menjelaskan Polisi yang bertugas di Kanjuruhan sudah mengetahui aturan FIFA soal gas air mata. Namun Polisi tetap membawa gas air mata karena punya aturan kerja sendiri dalam hal pengendalian massa.

“Nanti akan ada kunjungan dari FIFA dan AFC juga sudah komunikasi dengan kita, bahwa FIFA mendukung, bahwa yang paling penting bagi kita FIFA akan melihat bagaimana pemerintah menyikapi ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab Kebumen Libatkan Warga Dalam Penyusunan Rencana Pembangunan

Menurutnya, ini bukan perbuatan pemerintah, hanya oknum saja yang salah, sehingga dengan cepat responsif, cepat mengambil tindakan. Itu sekiranya hal positif untuk Indonesia di FIFA ke depan.

Gas air mata, lanjutnya, ditembakkan polisi saat pertandingan usai Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam. Penembakan gas air mata ke arah tribun stadion ini membuat para suporter panik dan berhamburan ke luar stadion untuk menyelamatkan diri.

Namun karena akses keluar yang terbatas membuat penonton berdesak-desakan, hingga mengakibatkan banyak orang yang jatuh, lalu terinjak dan meninggal dunia karena sesak nafas. Hal ini diyakini menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban.

Terkait penggunaan gas air mata, Riyadh yakin Polisi sudah bertindak cepat, lugas, dan tegas terkait pembubaran massa di stadion. Sosok yang memerintahkan dan menembaki tribun Stadion Kanjuruhan dengan gas air mata segera diumumkan pelakunya.

Baca Juga:  Ganjar Bawa Jateng Jadi Provinsi Dengan Pengawasan Pangan Segar Terbaik di Indonesia

“Penggunaan gas air mata bukan kebijakan yang memang harus wajib digunakan, tetapi ada sesuatu yang akan diusut Kepolisian untuk mengambil tindakan dan Polisi juga layak diapresiasi,” tuturnya.

Dia menambahkan, ini bukan kebijakan pemerintah melanggar kebijakan FIFA soal aturan larangan penggunaan gas air mata di dalam stadion, tetapi kebijakan oknum, sehingga ini alasan pemaaf bagi Indonesia di dunia internasional. (rs)

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!