Jenang Kaligintung: Warisan Rasa yang Menggerakkan Ekonomi Desa

TENGARAN [Berlianmedia] – Tim KKN MIT-20 Posko 73 UIN Walisongo Semarang melakukan kunjungan ke salah satu pelaku UMKM unggulan di Dusun Kaligintung, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Rabu (6/8). Kunjungan ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat untuk mendukung sekaligus mempromosikan potensi lokal.

Salah satu usaha yang mencuri perhatian adalah produksi jenang milik pasangan Bapak Anton dan Ibu Wahyu. Usaha ini dirintis sejak 2006 dan telah berjalan selama lebih dari 15 tahun, membawa warisan cita rasa keluarga yang diwariskan secara turun-temurun.

“Dulu nenek sudah mulai membuat jenang, tapi saya merintis usaha ini dari nol. Bahkan waktu itu saya belum punya rumah, masih ngontrak,” kenang Bapak Anton.

Dengan modal semangat dan tekad, ia memulai usaha dari dapur kecil bersama istrinya. Sebelum memiliki karyawan, keduanya mengolah jenang sendiri hingga larut malam setiap hari. Resep keluarga tetap dipertahankan, namun strategi pemasaran dikembangkan secara mandiri. Kini, jenang Kaligintung telah memiliki pasar tetap di Pasar Ambarawa.

Baca Juga:  TPS 3R Gondang Sragen Diharap Jadi Percontohan

Perjalanan bisnis ini tidak lepas dari ujian. Pernah ditipu pelanggan dan ditolak pasar saat mencoba memperluas pemasaran ke Wonosobo, Anton tetap teguh. Sikap pantang menyerah membawanya bertahan hingga menjadi salah satu UMKM sukses di Tengaran.

Saat ini, usaha tersebut mempekerjakan sembilan karyawan tetap, seluruhnya warga sekitar. Keberadaannya membuka lapangan pekerjaan sekaligus menggerakkan ekonomi desa. Produksi dilakukan hampir setiap hari ketika permintaan tinggi, dan dua hari sekali saat pasar sepi.

“Menjelang Lebaran, produksi bisa mencapai setengah ton jenang dalam sehari,” ujar salah satu karyawan.

Bahan baku jenang meliputi tepung beras, santan kelapa, panili, garam, dan air, diolah secara tradisional untuk mempertahankan cita rasa khas. Menurut Anton, jenang bukan hanya makanan manis, tetapi juga bagian dari tradisi Jawa yang lekat dengan acara adat, syukuran, dan perayaan.

Baca Juga:  Belajar Ilmu Kehidupan dan Ketenangan Batin di Ponpes Suryalaya

Dengan ketekunan, nilai kekeluargaan, dan kontribusi pada pemberdayaan masyarakat, jenang Kaligintung menjadi bukti bahwa warisan budaya dapat menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan sekaligus kebanggaan warga desa.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!