Tim Kemenkes Masih Lakukan Investigasi Tewasnya Salah Seorang Dokter Mahasiswa PPDS

SEMARANG [Berlianmedia]- Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih melalukan investigasi, terkait kasus tewasnya dokter Aulia Risma Lestari (30), mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegero (Undip) Semarang, yang meninggal dunia karena diduga bunuh diri.

Hari ini tim mendatangi Polrestabes Semarang untuk melakukan koordinasi, Jum’at (16/8).

Tim Kemenkes yang datang itu yakni Inspektur Jendral Murti Utami didampingi Inspektur Investigasi Valentinus Rudy Hartono. Mereka bertemu dengan Kapolrestabes Semarang Kombes Polisi Irwan Anwar dan Kasat Reskrim Kompol Andika Dharma Sena.

Kapolrestabes Semarang Kombes Polisi Irwan Anwar menyatakan, berdasarkan hasil visum Aulia diduga mati lemas. Sementara dugaan bunuh diri masih diselidiki atau dalam pendalaman.

“Hasil visumnya sih mati lemas, tak ada tanda kekerasan dan penganiayaan. Soal bunuh diri, belum tentu juga karena bisa juga karena lalai diri sendiri menyuntikkan obat nyeri melebihi aturan. Masih kita dalami,” ujar Irwan melalui keterangan tertulis, Jumat (16/8)

Baca Juga:  Polda Jateng Amankan Enam Orang Oknum Ormas Terkait Kasus Penipuan dan Pengerusakan

Ia menyebut,  jenazah dokter Aulia tidak dilakukan otopsi. Sebab, pihak keluarga dokter Aulia sendiri yang memintanya.

“Langkah untuk melakukan otopsi tidak dilakukan atas permintaan dari pihak keluarga dengan pertimbangan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas dia.

Terkait dugaan perundungan dalam kasus kematian dokter Aulia, Irwan menjelaskan hingga saat ini pihaknya belum mendapat petunjuk dari saksi maupun bukti yang ada

“Sampai saat ini belum ada ke arah itu. Butuh saksi dan alat bukti,” ungkap Irwan.

Namun, ia menegaskan, jika benar terjadi perundungan dalam kasus kematian dokter asal Tegal ini, pihaknya akan langsung memprosesnya.

“Kalau memang ada bully-an dan perundungan pasti akan langsung kita proses hukum,” kata Irwan.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!