Fashion In The Cave 2023 Purbalingga Tampilkan Batik dan Desainer Muda Lokal

PURBALINGGA[Berlianmedia] – Fashion In The Cave Part II digelar di Goa Lawa Purbalingga (Golaga) menghadirkan desainer kondang Samuel Wattimena dan Lisa Fitria dari Jakarta. Fashion show tersebut merupakan salah satu sajian dari rangkaian acara Amazing Golaga Festival (AGF) 2023 yang berlangsung Sabtu-Minggu, (28-29/10).

Desainer Samuel Wattimena yang mengawal jalannya Fashion In The Cave tersebut mengatakan, fashion ini hanya sebagai momen awal untuk menjadi sebuah gerakan. Menurutnya, tindaklanjutnya jika tanpa gerakan nyata hanya akan jadi orasi belaka.

“Kegiatan ini harus dijadikan momen awal, tapi kemudian harus dijadikan gerakan. Karena kalau tidak untuk mengangkat batik, eco print dan desainer muda, momen ini hanya jadi orasi saja, tidak akan jadi apa-apa,” katanya.

Terkait perkembangan dan harapan agar produk lokal bisa mendunia,  desainer Lisa Fitria mengatakan, untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat mode dunia, para UMKM lokal harus siap membuat fashion ready wear craft.

Baca Juga:  Pasar Raya TBJT 2025 Resmi Dibuka, Sekda Jateng: Komitmen Jaga Warisan Budaya

“Harus ada diferensiasi produk yang berbeda. Dimana negara lain tidak punya dan kita punya batik, kain tenun dan lainnya. Ini menjadi kekuatan nyata dengan perbedaan menjadi satu produk yang lebih baik dan bagus tentunya,” ujar Fitria Lisa.

Fashion In The Grove yang menampilkan busana batik, tenun Tumanggal dan ecoprint tersebut diikuti 37 model pelajar dan profesional. Mereka  memperagakan hasil karya desainer lokal yang berkolaborasi dengan desainer Samuel Wattimena dan Lisa Fitria.

Sementara itu Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, Fashion In The Cave yang digelar kedua kalinya tersebut bertujuan untuk mempromosikan obyek wisata Goa Lawa dan hasil produk-produk unggulan UMKM Kabupaten Purbalingga.

“Fashion In The Grove bertujuan mempromosikan busana karya para desainer lokal dan hasil produk-produk UMKM,” katanya.

Menurutnya, peragaan busana tersebut disamping menampilkan hasil karya batik Purbalingga, juga menampilkan busana produk unggulan lainya yakni kain tenun Desa  Tumanggal dan busana berbahan kain ecoprint hasil karya para perajin ecoprint di Kabupaten Purbalingga.

Baca Juga:  Polisi Sahabat Anak, Siswa Paud KB Permata Bunda Kunjungi Polsek Mayong

“Dan ternyata produk unggulan Purbalingga itu apabila dikreasikan bisa menghasilkan karya-karya yang sangat luar biasa,” ujarnya.

Dia berharap, Fashion In The Cave akan terus berkelanjutan, digelar secara rutin. Disamping itu produk-produknya  UMKM juga 9 produk UMKM Purbalingga dapat naik kelas dan berdaya saing.

“Intinya kami ingin produk-produk UMKM Purbalingga dan fashion dari para desainer Kabupaten Purbalingga terus berkreasi dan berinovasi untuk menghasilkan produk-produk yang bagus dan berdaya saing,” pungkasnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!