GPM Jateng Kembali Digelar Untuk 424 Kalinya, Distribusikan 2.120 Ton Beras Murah

SEMARANG[Berlianmedia] – Pemerimtah Provinsi Jawa Tengah konsisten menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk meringankan daya beli masyarakat, saat harga beras melambung.

GPM diselenggarakan 424 kali sejak awal 2023, GPM Jateng telah menyalurkan 2.120 ton beras murah kepada warga di 35 kabupaten/ kota.

Seperti yang dilakukan di Kantor Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Selasa (26/9). Begitu lapak digelar, warga sekitar langsung menyerbu berbagai bahan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, hingga telur.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah Sri Broto Rini mengatakan sejak awal 2023 hingga kini GPM sudah terselenggara 424 kali. Setiap kali acara, pihaknya bekerja sama dengan BUMN, BUMD dan  UMKM, untuk menyediakan 11 jenis pangan pokok.

Baca Juga:  177 Panwaslu Kelurahan di Kota Semarang Siap Dilantik

“Dalam setiap penyelenggaraan, kami membawa sekitar 5 ton beras, bekerja sama dengan Bulog sebagai BUMN dan Perusda Jateng Agro Berdikari (JTAB). Kalau dari awal Januari hingga kini ya sekitar 2.000 ton beras. Kalau total nilai yang kami hitung omzetnya mencapai Rp30 miliar,” ujarnya.

Rini menambahkan, dalam GPM, Pemprov Jateng memberi fasilitasi distribusi. Dengan program tersebut memungkinkan harga pangan lebih murah.

“Pemerintah menyiapkan fasdis (fasilitasi distribusi), untuk transportasi dari produsen atau kelompok petani ke lokasi GPM. Penggantian biaya packing dan bongkar muat itu ditanggung pemerintah, sehingga lebih murah,” tuturnya.

Dengan GPM, Rini berharap daya beli masyarakat lebih baik. Dengan demikian, perekonomian warga bisa berkembang.

“Biasanya dengan Rp50.000 dapat beras, kini dengan kondisi seperti ini pemerintah hadir. Tadi pagi, kami membawa 5 ton beras, sekarang tersisa sekitar 2 ton dengan harga yang lebih murah,” ujarnya.

Baca Juga:  PSIM Tak Ingin Kecolongan Lawan Dewa United di Kandang

Seorang pengunjung GPM Hendro menuturkan, harga bahan pokok di acara tersebut lebih murah, sehingga dia memborong dua kilogram telur ayam dengan harga Rp22.000 per kilogram, dan buah-buahan.

“Di GPM ini lebih murah. Ini beli telur ayam, melon, dan tomat. Kalau di luar lebih mahal,” tuturnya.

Senada Sunarto menambahkan, dengan harga sekitar Rp50.000, dia bisa membeli beras seberat lima kilogram. Padahal di pasaran, beras dengan berat yang sama dijual dengan harga di atas Rp50.000.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!