Sejumlah Dusun di Kabupaten Semarang Alami Krisis Air Bersih Akibat Kekeringan

UNGARAN[Berlianmedia] – Sebanyak sembilan dusun yang mengalami krisis air bersih akibat kemarau, mendapat bantuan dari PMI Kabupaten Semarang.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi langkah PMI, yang turut membantu masyarakat dalam mengatasi krisis air bersih di beberapa kecamatan.

Menurutnya, bantuan dari APBD lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) perlu mendapat dukungan dari semua pihak. Hal itu dikarenakan musim kemarau yang lebih panjang, dampak fenomena cuaca El Nino. Akibatnya, banyak mata air yang menyusut debit airnya.

“Kita berterima kasih kepada semua pihak, termasuk PMI yang membantu air bersih bagi warga yang membutuhkan. Kita membutuhkan kerja sama semua pihak, untuk mengatasi hal ini,” ujar bupati, pada pelepasan konvoi truk tanki pembawa air bersih, di halaman rumah dinas bupati setempat, Senin (18/9).

Baca Juga:  Ahmad Luthfi Dampingi Gibran Lepas Ratusan Jemaah Haji Kloter 73 Embarkasi Solo

Dia menuturkan, beberapa dusun yang mengalami krisis air bersih ada di Ungaran Timur, Pringapus, Bawen, Bringin, Bancak dan Getasan. Beberapa instansi, termasuk TNI/Polri dan perusahaan swasta sudah memberikan bantuan air bersih.

Ketua Umum PMI Kabupaten Semarang Djarot Supriyoto menuturkan, dalam rangka HUT PMI 2023, disiapkan bantuan 50 truk tanki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter air.

Pada tahap pertama, akan disalurkan 500.000 liter air dalam 10 truk tanki ke sembilan dusun terdampak, di tiga kecamatan meliputi empat dusun di Desa Plumutan dan Bancak. Selain itu, tiga dusun di Kecamatan Bringin, dan dua dusun di Getasan.

“Bantuan air bersih ini sebagai bagian tugas kemanusiaan yang diemban PMI,” tuturnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!