DPRD Jateng Dorong Pembentukan ASN Berkualitas Dan Miliki Kompetensi

YOGYAKARTA[Berlianmedia] – DPRD Jateng terus mendorong untuk menciptakan ASN yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang ideal kompeten di taraf nasional maupun di internasional.

Ketua Komisi A DPRD Jateng Muhammad Sholeh mengatakan pihaknya akan ikut serta mendorong menciptakan ASN yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang ideal kompeten di taraf nasional maupun internasional.

“Sinergisitas pengembangan kompetensi managerial ASN kita, khususnya bagaimana dapat menciptakan ASN yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang ideal kompeten,” ujar Sholeh saat kunjungan kerja ke Kantor Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Yogyakarta, belum lama ini.

Sholeh menambahkan, kunjungan dilaksanakan dalam rangka mensinergikan antara BPSDM Provinsi Jawa Tengah berkaitan dengan pengembangan kompetensi ASN.

“Selanjutnya mengenai sinergisitas pengembangan kompetensi managerial ASN kita khususnya bagaimana kita menciptakan ASN yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang ideal,” tutur Anggota Fraksi Golkar DPRD Jateng tersebut.

Baca Juga:  Kelompok Pengrajin Tusuk Sate Banyumas Dapat Bantuan PLTS dari Pemprov Jateng

Dia menambahkan, hal lain yang menjadi pembahasan adalah mengenai isu aktual berkaitan pengembangan SDM di era digital 4.0. Khususnya pengelolaan ASN yang masuk kedalam kelompok mileneal dan gen z, sehingga diperlukan adanya inovasi dan pengembangan ASN yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

“Jadi anak mileneal yang sekarang masuk dalam ASN kita, secara pola hidupnya sekarang sudah digital dan sangat berbeda, sehingga mungkin perlu ada satu modifikasi ataupun juga kreativitas terkait dengan generasi tersebut. Memang polanya sangat jauh berbeda dengan ASN di generasi kami,” ujarnya

Sementara itu, Kepala PPSDM Regional Yogyakarta Agus Irawan menuturkan, secara umum memang saat ini ada lima generasi, yaitu generasi pre boomers, generasi X, generasi milenial, generasi Z, dan generasi post Z. Dimana generasi milenial dan generasi Z saat ini secara statistik mendominasi komposisi penduduk Indonesia.

Baca Juga:  Sikapi BBM Naik, Bank Jateng Luncurkan Kredit UMKM Bunga 3%

“Generasi yang beda dari kita, shifting serba cepat serba instan. Dari tingkat kesabaran kalah dari sebelumnya. Tapi kelebihan mereka memang akrab dengan dunia digital. Mereka piawai sekali dengan pemanfaatan gadget dan sebagainya,” tuturnya.

Agus Irawan mengatakan generasi seperti ini dalam program pelatihan dilakukan pendekatan khusus. Pelatihan yang kita lakukan saat ini sudah berbasis teknologi informasi. Pelaksanaan bisa lebih efisien dan penggunaan anggaran bisa dihemat, karena bisa kita lakukan kombinasi antara luring dan daring.

“Memang ada lebih kurangnya, kedisiplinan akan beda daripada yang clasikal ini,” ujarnya. (Anif)

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!