22 Tahun Mati Suri, Wayang Orang Kembali Pentas di Jepara

JEPARA[Berlianmedia] – Setelah 22 tahun mati suri, kesenian wayang orang kembali hadir di Jepara, ditandai dengan tampilnya Paguyuban Seni Cakra Budaya Jepara yang mengangkat lakon Wahyu Cakraningrat, di Gedung Wanita RA Kartini, Sabtu (20/5).

Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko mengatakan bangkitnya wayang orang merupakan momen luar biasa, yang diharapkan mampu membangkitkan budaya Jepara dan bangsa.

“Kita mendukung setiap usaha mencintai budaya, karena budaya adalah jiwa manusia,” ujar Edy, saat membuka pentas tersebut.

Terkait lakon yang dipentaskan, Edy menambahkan, Wahyu Cakraningrat memberi nasihat perjalanan yang harus dilalui, sebelum terpilihnya seorang pemimpin.

“Maka pada Pemilu 2024 mendatang, saat ada perbedaan pilihan, jangan menjadi sebab munculnya pertengkaran sebagaimana cerita dalam Wahyu Cakraningrat,” tuturnya.

Baca Juga:  SMA Negeri 4 Semarang Gelar Donor Darah Sambut Ambalwarsa ke-47

Ketua Panitia Hadi Priyanto menuturkan, pentas wayang orang tersebut merupakan yang pertama di Jepara, dalam 22 tahun terakhir.

Untuk mementaskan cerita ini, paguyuban wayang orang Cakra Budaya Jepara dari Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, pihaknya menggandeng seniman dari sejumlah desa lain di Jepara.

“Paguyuban ini dipimpin Mbah Kunarto Kumis. Kami berterima kasih para pejabat di lingkungan Pemkab Jepara, Polres, Kodim, hingga RSU Kartini, serta sejumlah ormas yang memberi dukungan, dengan membeli tiket untuk menyaksikan pentas ini,” ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!