Ita Minta Warga Tak Membeli Sembako Berlebihan

SEMARANG[Berlianmedia] – Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu kembali menggelar pasar murah Ramadhan, kali ini dilaksanakan di Kecamatan Gayamsari.

Walikota berharap pada warganya untuk tidak menumpuk dan membeli barang secara berlebihan.

“Harapannya selama bulan puasa ini jangan menumpuk barang, beli secukupnya, yang standar-lah,” ujar Ita panggilan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu itu, Senin (3/4).

Pihaknya mengupayakan agar jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang khususnya dinas terkait untuk menyediakan kebutuhan pangan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar “Pak Rahman” (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman).

“Ini sudah ke-5 kita mengadakan Pak Rahman di 5 kecamatan dan nantinya akan bergilir di 16 kecamatan selama Ramadan,” tutur Ita.

Melalui pasar murah ini diharapkan warga dapat memperoleh kebutuhan pangan yang jauh lebih murah dari harga di pasar saat ini. Salah satu contohnya, tutur Ita, harga bawang merah di pasar Rp34.000 per kg, sedangkan bawang merah di Pasar Pak Rahman ditemuinya seharga Rp30.000 per kg.

Baca Juga:  Pemeliharaan Ruas Jalan Gunung Lawu Blora Dikerjakan

“Ini kan selisihnya lumayan untuk kebutuhan ibu-ibu yang menyiapkan Ramadhan dan Idul Fitri,” ujarnya.

Hal tersebut tak terlepas dari kolaborasi dengan Bulog dan BUMP (Badan Usaha Milik Petani) yang sejauh ini telah melakukan transaksi langsung dengan petani di sekitar Semarang bahkan dengan petani di Kebumen.

“Jadi, dapat memutus rantai distribusi, sehingga mendapatkan barang yang bagus kualitasnya, langsung dari petani dan harganya ini murah,” ujar Ita.

Tidak hanya menggelar pasar murah, Ita juga menginstruksikan jajarannya untuk menggelar pembagian sembako bagi warga yang tidak mampu di setiap pasar murah Pak Rahman.

Melalui roadshow pasar murah di 16 Kecamatan ini, pihaknya berharap akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat.

“Pertama, untuk menekan inflasi, kedua membantu masyarakat untuk mendapatkan barang pokok yang harganya masih normal bahkan lebih murah dari pasaran,” tuturnya.

Baca Juga:  Voluntary Days Pertamina 2022, Kunjungi Desa Energi Berdikari Kutawaru

Selain itu, lanjutnya, mendongkrak perekonomian di setiap kecamatan, karena dalam pasar tersebut juga menjual produk UMKM. Pihaknya juga siap bila akan memperpanjang pasar murah di setiap kecamatan bila memang dibutuhkan warga.

Tak hanya pasar murah, Ita menambahkan, pihaknya terus berkomunikasi dengan TNI Polri untuk menjaga stabilitas pangan.

“TNI -Polri ini juga menjadi mitra untuk membantu mengawasi di pasar-pasar. Kalau harga mahal penyebabnya ada dua, pertama memang ada kelangkaan barang, kedua ada pedagang menumpuk barang,” ujar Ita.

Bahkan dia berpesan kepada masyarakat untuk tetap tenang, tidak membeli kebutuhan secara berlebihan, karena ada TNI-Polri yang akan membantu dalam mengawasi ketersediaan pangan.

“Insya Allah sampai akhir Idul Fitri harga pangan stabil dan tidak ada kenaikan harga di Kota Semarang,” tutur Ita.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!