Pemprov Jateng Data Lahan Pertanian Terdampak Erupsi Merapi
MAGELANG[Berlianmedia] – Hujan abu akibat erupsi Gung Merapi yang terjadi 11 Maret lalu, berdampak pada ancaman rusaknya lahan pertanian di wilayah Kabupaten Magelang dan Boyolali.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memperhatikan penanganan masalah tersebut, apalagi sebentar lagi memasuki Ramadhan.
“Tentu kami akan memperhatikan lahan-lahan yang sampai saat ini terdampak atas erupsi Merapi yang kemarin. Kita akan data lagi. Segera kita nanti akan mengevaluasi apa saja yang perlu dibantu oleh pemerintah,” ujar Taj Yasin seusai menghadiri Haflah Akhirussanah TPQ Al Islach di Dusun Pandak Lebak – Grabag, Kabupaten Magelang, Kamis (16/3).
Saat ini, Pemprov Jateng masih dalam tahap koordinasi dengan pemerintah kabupaten Magelang dan Boyolali, untuk mengumpulkan data dan mengidentifikasi kerusakannya. Berdasarkan data tersebut, pemerintah baru bisa menentukan bantuan yang diberikan.
Berdasar catatan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, lahan pertanian dan perkebunan yang terkena paparan abu vulkanik seluas 1.661,8 hektare. Sebarannya di Kecamatan Sawangan (1.185 hektare) dan Dukun (476 hektarr). Jenis komoditas di lahan tersebut adalah cabai, tomat, kubis, kopi dan sawi hijau.
“Nanti terkait dengan kerugian, kami dari pemerintah Insya Allah juga akan membantu. Bukan hanya dari pemerintah, kami juga akan mengajak kepada perusahaan yang ada di Jateng, masyarakat, untuk saling meringankan beban yang ada di sekitar Gunung Merapi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang Romza Ernawan menuturkan, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah sudah berkomunikasi dengan pihaknya, terkait data kerusakan lahan pertanian. Menurutnya, pembersihan abu vulkanik di lahan pertanian, hingga saat ini masih dilakukan.
Rencananya, dia menambahkan, pembersihan masif juga akan dilakukan secara bergotong royong, antara penyuluh, gabungan kelompok tani (gapoktan) dan perangkat desa pada 17 Maret besok. Komoditas yang dibersihkan adalah tanaman cabai, dengan luas lahan sekitar 35 hektare. Jumlah yang terlibat diperkirakan mencapai 200 orang.


