SINERGI SEMARANG INOVASI: TMI Tengaran Bangun Kemandirian Pangan Lewat Budidaya Sayuran
Gerakan Nyata dari Desa untuk Ketahanan Pangan
Kabupaten Semarang, Berlianmedia.com– Upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan terus digelorakan dari tingkat desa. Tani Merdeka Indonesia (TMI) Korcam Tengaran menggagas sebuah program pertanian terpadu bertajuk “Sinergi Semarang Inovasi”, yang resmi dimulai pada Jumat (1/5/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan di lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi yang berlokasi di Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran. Lahan tersebut merupakan milik Roni, warga Dusun Kali Gandu, Desa Klero, yang secara sukarela mendukung pemanfaatan tanahnya untuk kegiatan produktif berbasis masyarakat.
Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara pengurus dan anggota TMI, TTM, serta UPJA, yang bersama-sama membangun usaha pertanian dengan semangat gotong royong dan kemandirian.

Budidaya Sayuran sebagai Pilar Ekonomi Rakyat
Dalam program ini, para peserta fokus pada kegiatan bercocok tanam aneka sayuran sebagai komoditas utama. Tanaman hortikultura dipilih karena memiliki siklus panen yang relatif cepat dan kebutuhan pasar yang stabil, sehingga dinilai mampu menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan pengolahan lahan dan penanaman dilakukan secara bersama-sama dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia, seperti traktor dan cangkul. Para anggota juga terlibat langsung mulai dari proses persiapan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen.
Untuk menunjang keberhasilan program, sejumlah kebutuhan telah dipersiapkan, antara lain:
Bibit tanaman sayuran berkualitas
Pupuk untuk meningkatkan kesuburan tanah
Obat-obatan pertanian guna mengendalikan hama dan penyakit
Plastik UV untuk mendukung sistem tanam yang lebih optimal
Serta berbagai kebutuhan teknis lainnya
Seluruh kebutuhan tersebut dipenuhi melalui sistem pembiayaan berbasis kebersamaan, yakni dengan patungan antara pengurus, anggota, dan dukungan sponsor.
Sistem Bagi Hasil yang Adil dan Transparan
Dalam pengelolaannya, program ini menerapkan sistem bagi hasil yang telah disepakati bersama antara pengelola dan pemilik lahan.
Keuntungan bersih yang diperoleh dari hasil panen, setelah dikurangi biaya operasional, akan dibagi dengan komposisi:
30 persen untuk pemilik lahan
70 persen untuk pengelola (TMI dan mitra)
Skema ini diharapkan mampu menciptakan rasa keadilan sekaligus mendorong semua pihak untuk berkontribusi secara maksimal dalam pengembangan usaha pertanian ini.
Selain itu, pengelolaan keuangan akan dilakukan secara terbuka dan transparan, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan antar anggota serta menjaga keberlanjutan program dalam jangka panjang.
Menyasar Pasar Lokal hingga Program Nasional
Hasil produksi dari kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi konsumsi internal anggota, tetapi juga diproyeksikan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Sasaran pemasaran meliputi:
Anggota TMI dan masyarakat sekitar
Tukang sayur keliling
Pasar tradisional
Dapur program MBG (Makan Bergizi Gratis)
Dengan strategi pemasaran yang beragam ini, diharapkan hasil panen dapat terserap secara optimal sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di tingkat lokal.
Perkuat Ketahanan Pangan dan Gizi Masyarakat
Program Sinergi Semarang Inovasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata, tetapi juga memiliki tujuan sosial yang kuat. Di antaranya adalah:
Mewujudkan kemandirian pangan masyarakat
Memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa
Meningkatkan pemenuhan kebutuhan gizi
Dengan meningkatnya produksi sayuran lokal, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengakses bahan pangan yang sehat, segar, dan terjangkau.
Harapan Besar untuk Kebangkitan Ekonomi Desa
Melalui program ini, Tani Merdeka Indonesia berharap dapat menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Tengaran dan sekitarnya. Pertanian hortikultura diyakini memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi desa jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal dengan pendekatan kolaboratif.
“Sinergi ini adalah langkah awal untuk membangun kekuatan ekonomi masyarakat dari bawah. Pertanian bukan hanya soal tanam dan panen, tetapi juga soal kemandirian dan masa depan,” ujar salah satu pengurus TMI.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, program Sinergi Semarang Inovasi diharapkan dapat menjadi tonggak awal kebangkitan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat desa. [Sumber|TMI Tengaran|Suryanto]


