Lomba Gropyokan Tikus Agar Petani Tak Gunakan Jebakan Listrik

BLORA[Berlianmedia] – Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi inovasi Polres Blora dalam membantu petani mengurangi hama tikus yang sedang merebak, melalui lomba gropyokan tikus di Kecamatan Kradenan dan Kedungtuban menyusul banyaknya petani menggunakan jebakan tikus dengan memakai listrik yang kerap menimbulkan korban jiwa.

“Alhamdulillah, kini kita dorong bersama melalui gropyokan tikus. Ke depan, kita juga ingin pengendalian populasi tikus ini bisa dilakukan dengan pemasangan rubuha atau rumah burung hantu, yang merupakan predator tikus alami,” ujar Bupati pada penyerahan piala lomba gropyokan tikus, di halaman Kantor Kecamatan Kedungtuban, Selasa (30/8).

Kecamatan Kradenan dan Kedungtuban merupakan lumbung padi sehingga upaya memerangi hama tikus akan terus dilakukan, agar potensi panen dapat maksimal.

“Saat ini, ketahanan pangan menjadi hal yang penting, yang sering ditekankan oleh Bapak Presiden. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama untuk dapat hadir memberikan pelayanan kepada petani,” tuturnya.

Sementara itu Kapolres Blora AKBP Fahrurozi mengaku senang bisa ikut membantu upaya penanganan hama tikus di Kabupaten Blora.

“Jujur bagi saya ini adalah hal yang baru. Istilah gropyokan, baru saya dengar di Blora ini. Sehingga, atas usulan Forkopimcam, para praja beberapa waktu lalu, kita adakan lomba sekalian, agar semangat bersama-sama membasmi tikus. Ke depan, kita bersama Pak Bupati juga akan terus siap berdiskusi bersama mencari jalan terbaik, agar hama tikus ini bisa kita tekan bersama,” ujar Kapolres.

Sedangkan menurut Kades Medalem, Anik Juarti, gropyokan tikus dinilai efektif, daripada pakai jebakan listrik yang bisa membahayakan petani sendiri.

“Tidak hanya saat lomba saja, kegiatan ini terus akan kita laksanakan secara berkala, agar populasi tikus bisa terus ditekan. Desa kami Medalem merupakan salah satu lumbung padi di Kecamatan Kradenan yang berada di tepi Sungai Bengawan Sungai Bengawan Solo,” ungkapnya.

Sebagai informasi, juara I lomba gropyokan tikus yakni, Desa Medalem, Kradenan yang berhasil memperoleh 4.258 ekor tikus, juara II diraih Desa Sumber, Kradenan sebanyak 2.969 ekor, dan juara III diraih Desa Nglandeyan, Kedungtuban dengan 2.053 ekor.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *