Kecelakaan Kereta Batara Kresna Sukoharjo

SEMARANG [Berlianmedia] – Sebuah mobil Toyota Rush tertabrak oleh Kereta Api Batara Kresna di perlintasan tanpa palang di Begajah, Sukoharjo, Sabtu (15/11) sekitar pukul 06.45 WIB. Kecelakaan tersebut menyebabkan dua orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit, sementara mobil ringsek parah. Polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan menghimpun keterangan saksi.

Menurut Ndaru (31), warga Purwosari Begajah, mobil yang ditumpangi pasangan suami istri warga Bakalan, Polokarto, melaju dari arah barat ke timur saat mendekati rel. Kereta Batara Kresna melaju dari utara ke selatan. “Kereta sudah membunyikan klakson, tetapi kecelakaan tidak bisa dihindari,” kata Ndaru.

Benturan keras membuat bagian depan mobil ringsek. Dua korban langsung dilarikan ke RS Nirmala Suri Sukoharjo untuk perawatan. Polisi dari Polres Sukoharjo segera menuju lokasi untuk olah TKP dan menghimpun keterangan saksi.

Baca Juga:  Seluruh Gugatan, Tegaskan Kepengurusan Sah DPP APKOMINDO di Bawah Soegiharto Santoso

Hingga siang, kondisi korban masih dirawat di rumah sakit. Pihak kepolisian memastikan kendaraan dan rel diamankan sementara untuk penyelidikan lebih lanjut. Kepala Unit Laka Polres Sukoharjo, AKP Teguh Santoso, menyatakan pihaknya sedang mengumpulkan bukti dan memastikan faktor penyebab kecelakaan terungkap.

“Kami meminta saksi di sekitar lokasi untuk memberikan keterangan agar kronologi kejadian jelas,” ujarnya.

Perlintasan tanpa palang pintu seperti di Begajah dikenal rawan kecelakaan. Minimnya pengamanan fisik di perlintasan sebidang menjadi penyebab utama tingginya risiko tabrakan antara kereta dan kendaraan bermotor.

Masyarakat dan pihak kepolisian sebelumnya sudah beberapa kali mengingatkan agar pengemudi lebih waspada saat melintas perlintasan sebidang. AKP Teguh menegaskan, “Keselamatan pengendara adalah prioritas. Kami berharap semua pihak mematuhi rambu dan selalu berhati-hati di perlintasan kereta.”

Baca Juga:  Rencana Gelar Aksi Berubah Jadi Audiensi Di DPRD Rembang.

Insiden ini kembali menegaskan pentingnya kesadaran pengemudi dan peningkatan infrastruktur perlintasan. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

1. Pemasangan palang pintu atau alarm otomatis di titik rawan.
2. Pengawasan lebih ketat oleh petugas perlintasan.
3. Sosialisasi keselamatan bagi pengemudi dan masyarakat sekitar.

Polisi dan PT KAI diharapkan dapat berkoordinasi lebih intensif untuk menekan risiko kecelakaan serupa.

Kecelakaan antara KA Batara Kresna dan mobil di perlintasan tanpa palang Begajah menekankan urgensi perbaikan keselamatan perlintasan kereta. Dengan koordinasi pihak berwenang dan kesadaran pengendara, risiko tragedi serupa dapat diminimalkan.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!