Genangan Banjir Rob Area Lamicitra Berangsur Surut, Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Tanjung Mas Tidak Terganggu
SEMARANG [Berlianmedia]– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) Cabang Tanjung Emas menyampaikan bahwa Jumat (09/01), telah terjadi anomali tinggi air laut sehingga meluap masuk ke kolam retensi cluster 2 dan meluber ke area Lamicitra di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Pelindo melakukan sejumlah langkah cepat menangani fenomena alam tersebut, sehingga genangan berangsur surut dan kegiatan operasional tidak terganggu, salah satunya dengan menyiagakan puluhan unit mesin pompa air, untuk memompa air rob ke laut yang diperkirakan akan surut pada siang hari ini.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Cabang Pelabuhan Tanjung Emas, S. Joko menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan sedikitnya 64 unit mesin pompa air dengan kapasitas beragam mulai 150lt/detik hingga 800 lt/detik yang tersebar di sejumlah titik-titik rawan banjir rob, mulai dari mulai dari titik terluar seperti Jalan, Terminal Penumpang, Dermaga Samudera sehingga volume air yang tergenang akan berkurang.
Secara teknis, Pelindo telah melakukan aksi cepat dengan melakukan pengamanan area terdampak, melokalisir penyebaran air menggunakan sand bag di area terdampak dan disusul dengan pekerjaan peninggian tanggul dengan menggunakan talud pasangan batu kali setinggi 1,2 meter untuk meminimaisir kejadian serupa.
“Fokus kita saat ini adalah memastikan air rob tidak masuk didalam area pelabuhan dan mengurangi volume air yang sudah terlanjur masuk di area lamicitra, meskipun ini adalah fenomena alam yang memang rutin terjadi setiap tahunnya. Kendati demikian, aktivitas bongkar muat dan kegiatan operasional lainnya masih berjalan dengan lancar, meskipun banyak pengendara sepeda motor milik karyawan area Lamicitra, yang parkir di pinggir jalan di area Jalan Coaster Pelabuhan Tanjung emas,” jelas S. Joko.
Pelindo Cabang Tanjung Emas juga terus melakukan inovasi dan mitigasi, untuk mengindari ancaman-ancaman bencana alam sehingga dapat mengurangi dampak yang akan terjadi.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Semarang juga turut membantu dengan melakukan pembaruan cuaca yang uptodate, mengenai perubahan iklim, cuaca, hingga prakiraan terjadinya pasang surut air laut di Pelabuhan Tanjung Emas.


