Desa Pandanrejo Purworejo, Juara Desa Wisata Jateng 2023

PURWOREJO[Berlianmedia] – Perbukitan Menoreh yang memanjang dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dan Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DIY, pagi di akhir pekan kemarin tertutup kabut mendung.

Sinar matahari baru menerobos perbukitan di Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, sekira pukul 06.30 WIB. Hamparan hijau pepohonan nan menawan, menjadi lebih indah saat terkena cahaya mentari.

Udara yang masih sejuk juga membuat sejumlah pedagang kambing ras Kaligesing peranakan etawa, berduyun-duyun memenuhi Pasar Hewan Desa Pandanrejo. Tua, muda, hingga anak-anak, sebagian besar sibuk dengan kambing. Pasar yang ada setiap Sabtu itu, merupakan salah satu unggulan Pandanrejo.

Baik pemandangan alam yang menawan, atau kambing ras Kaligesing, merupakan potensi Desa Pandanrejo. Maka tak heran jika, pesonanya membuat siapa yang melihatnya jatuh hati.

Bahkan, Pemprov Jateng menobatkan Dewa Pandan, begitu akronim dari Desa Wisata Pandanrejo, sebagai juara pertama Gelar Desa Wisata Jawa Tengah 2023. Desa di kaki perbukitan Menoreh itu menjadi terbaik di even itu.

Pengelola Dewa Pandan, Kristian Eko Rahardityo mengatakan desanya memang baru saja meraih juara di Gelar Desa Wisata Jateng. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jateng memberikan penilaian maksimal ke desanya.

Baca Juga:  Ratusan Relawan Kawan Dekat Deklarasi Dukung Agustin-Iswar

“Dampak di Desa Pandanrejo pasca kami mendapatkan juara 1 Gelar Desa Wisata Jateng yang pasti impact-nya di dalam perekonomian masyarakat sangat jelas. Ada beberapa kunjungan instansi, kelompok ke Pandanrejo sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Eko panggilan akrab Kristian Eko Rahardityo, di desanya, akhir pekan lalu.

Dia menutukanan, beberapa instansi juga mulai berdatangan ke desanya untuk melakukan kerja sama, terutama instansi skala nasional. Ada juga dari pihak biro perjalanan yang mulai melirik Dewa Pandan, sebagai salah satu tujuan paket wisatanya. Ada juga usulan penambahan fasilitas pendukung.

Kunjungan wisatawan juga mulai mengalami peningkatan pascapandemi. Beragam prestasi yang mereka raih, mendorong bergairahnya desa wisata ini. Seperti, Juara 1 di event Gelar Desa Wisata Tingkat Purworejo, Juara 2 Gelar Desa Wisata Tingkat Jateng pada 2021, Juara 2 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 Tingkat Nasional, dan Juara 1 Gelar Desa Wisata Jateng 2023.

“Dengan adanya gelar-gelar tersebut meningkatkan minat dari masyarakat atau khalayak luas, untuk berkunjung ke Desa Wisata Pandanrejo,” tuturnya.

Semakin banyak warga yang berkunjung ke desa, tutur Eko, juga memberikan dampak ekonomi yang baik kepada masyarakat setempat. Mulai dari produk UMKM yang laku, meningkatnya tingkat keterisian homestay, serta kembali bergairahnya destinasi yang pernah lesu akibat Covid-19.

Baca Juga:  Ganjar Main ke Ndalem Gus Endar Krapyak, Keakrabannya Tak Luntur

Disinggung mengenai omzet, Eko tak menyebut secara detail, mengingat basis desa wisata adalah berbasis komunitas, atau community based tourism, sehingga, aktivitas masyarakat setempat yang menjadi daya tarik wisata itu.

“Untuk omzetnya sendiri dari tahun ke tahun, Alhamdulillah, juga stabil, kecenderungan meningkat. Untuk beberapa bulan sekitar sampai Rp10 juta-Rp15 juta untuk sekitar satu titik destinasi. Ada beberapa destinasi yang kurang atau yang lebih, tergantung wisatawannya mau milih di mana,” ujarnya.

Dengan diraihnya Juara 1 Gelar Desa Wisata Jateng tahun ini, lanjutnya, berdampak pula dengan banyaknya pemesanan wisatawan. Misalnya, sudah ada beberapa pihak yang sudah memesan untuk berkunjung hingga beberapa hari ke depan, termasuk sampai November 2023.

Ia meyakini, kemajuan Dewa Pandan tak lepas dari besarnya peran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Pertama, kami difasilitasi untuk jalan pariwisata yang ada di sebelah sana Bukit Sebutrong, sudah berstandar. Lebarnya sudah tiga meter. Itu sudah men-support sirkulasi wisata yang ada di Pandanrejo. Ada juga di Kampung Cantik di tahun 2022 dibangun satu set pendapa, dan satu toilet,” ujarnya, menyebut sejumlah bantuan Pemprov Jateng yang bermanfaat untuk perkembangan desa wisatanya.

Baca Juga:  Penemuan Mayat Pria Dicor Di Tempat Usaha Isi Ulang Air Di Tembalang

Pengunjung di tempat peternakan kambing peranakan etawa ras Kaligesing di Pandanrejo,  Windy Astuti, tampak beberapa kali dibuat kagum dengan bentuk kambing lokal tersebut. Ia berkunjung setelah tahu soal dari media sosial. Karena penasaran, dia pun datang ke lokasi. Ternyata memang seru berwisata di Pandanrejo.

“Seru banget kesannya berkunjung di Gori Dampyak (salah satu peternakan kambing ras Kaligesing)  Diajak merah susu kambing. Saya jadi tahu rasanya susu kambing. Seger banget. Biasanya susu kambing prengus. Tapi ini segar dan tidak prengus,” kata gadis yang sempat memerah susu kambing di lokasi.

Pengunjung salah satu objek wisata di Pandanrejo, Bukit Sebutrong,  Nabila Alfiani Mafaikah, merasakan udara sejuk di lokasi. Terlebih, pohon pinusnya menjulang indah. Siapapun yang berkunjung, dipastikan akan merasa nyaman dengan kondisi alamnya.

“Next time mau ke sini lagi.  Menarik. Di sini itu masih asri, banyak pepohonan. Kalau mau foto-foto enak. Senang rasanya,” kata Bila, panggilannya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!