Begal Marak di Medan: Dua Ojol Jadi Korban dalam Satu Malam

MEDAN[Berlianmedia] – Aksi begal kembali menghantui Kota Medan. Dalam satu malam, dua pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban pembegalan di dua lokasi berbeda. Selain kehilangan sepeda motor, kedua korban juga mengalami luka akibat penganiayaan yang dilakukan para pelaku.

Korban pertama, Muhammad Syahputra, dibegal di Jalan Pelajar Timur, Medan Denai, Jumat (5/12) sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu ia sedang dalam perjalanan pulang setelah menunggu orderan di kawasan Brigjen Katamso.

“Aku nunggu orderan tapi nggak masuk-masuk, jadi aku pulang. Pas di Simpang Pelangi aku merasa sudah diikuti,” ujarnya.

Sesampainya di lokasi kejadian, Syahputra dipepet kawanan pelaku yang menggunakan beberapa sepeda motor. Tiga orang turun dan langsung menganiayanya. Wajahnya dipukul, perut ditendang, bahkan pelaku mengacungkan senjata tajam untuk menakutinya.

Baca Juga:  Panwascam Ngaliyan Nyatakan Integritas Harga Mati

“Pelakunya sekitar tiga atau empat kereta. Pelipis aku luka dan perut ditendang. Mereka bawa sajam,” tambahnya.

Para pelaku kemudian melarikan sepeda motor Honda Beat BK 5936 AMY milik Syahputra. Saat ini ia masih menjalani perawatan di rumah sakit dan berencana membuat laporan resmi ke polisi karena motornya masih dalam masa kredit.

Korban kedua, Surya, dibegal sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Kenanga Raya, Medan Selayang, ketika hendak menjemput orderan dari pangkalan tempat ia biasa menunggu penumpang.

“Tiba-tiba aku dijegat tiga pria naik Nmax hitam. Satu narik kereta, satu lagi ngancam pakai sajam,” tuturnya.

Surya sempat mencoba menghindar, namun terjatuh, sehingga sepeda motor Honda Vario BK 3063 AIK miliknya berhasil dibawa kabur para pelaku. Surya telah membuat laporan ke pihak kepolisian.

Baca Juga:  Ketua PC GP Ansor Kota Semarang Tegaskan Bahwa Iswar Adalah Kader Loyal NU dengan Kontribusi Besar

Terpisah, Ketua Umum Godams, Agam Zubir, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya aksi kriminalitas yang menimpa para pengemudi ojol di Medan. Menurutnya, situasi ini memanfaatkan kondisi aparat yang tengah fokus membantu penanggulangan bencana di berbagai wilayah.

“Iya, aksi begal belakangan ini meningkat. Kapolrestabes Medan sudah mengatensi agar tidak ada pembiaran. Besok juga akan dilaunching tim khusus, di dalamnya termasuk elemen ojol, untuk memperkuat informasi dan pencegahan,” jelas Agam.

Ia berharap kepolisian segera meningkatkan patroli di titik rawan dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang lebih tegas agar keamanan pengemudi ojol dan masyarakat dapat terjamin.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!