Bakar Sampah Lalu Ditinggal, Gudang Rosok di Bergas Ludes Terbakar
KABUPATEN SEMARANG [Berlianmedia]— Kelalaian dalam melakukan aktivitas pembakaran sampah kembali menimbulkan kerugian serius bagi warga. Sebuah gudang rosok di Desa Randugunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, ludes terbakar pada Jumat malam (30/1).
Kebakaran diketahui sekitar pukul 22.15 WIB dan dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan gudang rosok milik Ariyadi (44), yang lokasi gudangnya tidak jauh dari rumah tinggalnya.
Kapolsek Bergas, AKP Harjono menjelaskan, bahwa berdasarkan keterangan para saksi, peristiwa bermula sejak Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, pemilik gudang melakukan pembakaran sampah rosok yang sudah tidak terpakai di sisi gudang.
“Sekitar pukul 21.30 WIB, pemilik gudang meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah dengan dugaan api telah padam,” ujar AKP Harjono.
Namun api yang disangka sudah mati, ternyata masih menyisakan bara. Sekitar pukul 22.15 WIB, seorang warga setempat Yusuf Prasetyo (20) yang baru pulang dari tempat kerja, mendengar suara letusan dari arah gudang rosok dan mencium bau gosong yang menyengat.
Merasa curiga, saksi kemudian mendatangi lokasi dan mendapati api sudah membesar serta membakar gudang rosok. Saksi bersama warga sekitar segera menghubungi pemilik gudang, Polsek Bergas, dan petugas pemadam kebakaran Kabupaten Semarang.
“Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga kuat akibat kelalaian pemilik gudang yang sebelumnya membakar sampah rosok. Sisa api kembali menyala dan merambat ke bangunan gudang yang berisi material mudah terbakar,” tambah Kapolsek AKP Harjono.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun demikian, kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil bagi pemilik gudang dan berpotensi membahayakan rumah-rumah warga di sekitarnya.
Polres Semarang melalui Kapolsek Bergas mengimbau masyarakat, agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam mengelola sampah, khususnya dengan tidak melakukan pembakaran terbuka di sekitar bangunan atau material mudah terbakar.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan api benar-benar padam dan mempertimbangkan risiko lingkungan sekitar. Pencegahan adalah kunci agar musibah serupa tidak terulang,” tegas AKP Harjono.
Peristiwa ini menjadi refleksi penting bahwa kelalaian kecil dapat berujung pada kerugian besar, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keselamatan lingkungan dan masyarakat sekitar.


