Ferry: Dengan Bergotong Royong, Bangsa Jadi Kuat

BANJARNEGARA[Berlianmedia] – DPRD Jateng mendorong pemerintah daerah perlu mengedepankan kebersamaan dalam setiap pengambilan kebijakan, sebagai wujud bermasyarakat yang berbasis Pancasila.

Anggota Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Ferry Wawan Cahyono mengatakan kehidupan bermasyarakat harus berbasis Pancasila, yang didalamnya terkandung makna kegotongroyongan. Untuk itu, pemerintah daerah perlu mengedepankan kebersamaan dalam setiap pengambilan kebijakan.

“Kebersamaan gotong royong harus diutamakan dengan seluruh pemangku kepentingan, sehingga  semangatnya bisa tercermin dalam produk perundang-undangan maupun kebijakan. Politik sama sekali tidak identik dengan gontok-gontokan atau keinginan untuk menang sendiri,” ujar Ferry dalam  dialog ‘Sosialisasi Non-Perda’ bertema ‘Dari Gotong Royong Masyarakat Menuju Negara Kuat, yang digelar di Balai Desa Panusupan Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (29/10).

Saat ini, tutur Ferry, Bangsa Indonesia tengah memasuki masa endemi sehingga diperlukan kebersamaan dan kegotongroyongan di segenap masyarakat dan anak bangsa. Karena, dengan gotong royong, dapat membantu antar sesama dan tidak hanya slogan.

Baca Juga:  Kehati- Hatian Dalam Berkomunikasi Era Digital

“Aksi nyata itu dapat dilihat tiap hari di berbagai sudut wilayah negeri ini,” tutur Ferry.

Menurutnya, karakter seperti itu yang menyelamatkan bangsa ini dari keterpurukan selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Bahkan, jiwa-jiwa Pancasilais muncul spontanitas tanpa ada perintah.

“Pancasila juga merupakan simpul yang telah mengikat Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, modal bangsa Indonesia saat ini adalah gotong royong, yang manifestasinya adalah dialog dan musyawarah untuk mufakat,” ujar Ferry.

Senada, Bawono sebagai tokoh masyarakat di Pejawaran menuturkan Pancasila milik seluruh Bangsa Indonesia dan bukan hanya golongan tertentu. Itulah keseimbangan yang ingin dibangun Pancasila menjalankan negara karena Pancasila bukan hanya klaim sepihak atau satu golongan semata.

“Tapi, Pancasila merupakan representasi kesepakatan bersama dan sari pati dari relasi sosio-kultural, serta yang paling penting adalah common dream (mimpi) semua anak bangsa. Gotong royong sebagai pedoman hidup bermasyarakat harus terus dilaksanakan demi terwujudnya Negara Indonesia yang kuat, maju, adil, dan makmur,” tutur Bawo.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!