Payung Teduh Hibur Warga Semarang di Taman Indonesia Kaya

SEMARANG[Berlianmedia] – Taman Indonesia Kaya kembali menyuguhkan pagelaran musik bertajuk Senandung dengan menghadirkan Payung Teduh.

Pagelaran musik di Taman Indonesia kaya bersama Payung Teduh itu disambut antusias oleh warga Kota Semarang.

“Senandung di Taman menjadi pertunjukan pembuka setelah beberapa tahun terakhir ini Taman Indonesia Kaya harus terhenti untuk menyuguhkan hiburan bagi masyarakat kota Semarang karena pandemi yang melanda,” ungkap Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, di Taman Indonesia Kaya Semarang, Sabtu malam (29/10).

Sebelumnya, Taman Indonesia Kaya kerap menghibur para penikmat seni dengan mengadakan pertunjukan rutin di tiap akhir pekan di penghujung bulan.

“Agar dapat menjadi ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat, selama pandemi melanda, kami juga melakukan perbaikan beberapa fasilitas taman agar dapat berfungsi secara optimal. Semoga segala upaya yang kami lakukan dalam menyuguhkan ruang publik dan hiburan bagi masyarakat Semarang dapat diterima dengan baik,” tuturnya.

Baca Juga:  Jalankan Program Penguatan Ketahanan Pangan Serentak, Polres Semarang Sambangi Kelompok Tani Wanita.

Selama kurang lebih 90 menit, Payung Teduh membawakan sembilan buah lagu antara lain Rayuan Pulau Kelapa, Sebuah Lagu, Berjalanlah, Malam, Pagi Belum Sempurna, Suar, Nanti, Diamlah dan Resah.

Payung Teduh tak sendirian ketika menghibur para penikmat seni yang memenuhi Taman Indonesia Kaya, dalam acara Senandung di Taman, band alternative/indie Indonesia beraliran fusi antara folk, keroncong, dan jazz ini juga berkolaborasi dengan salah satu unit kegiatan mahasiswa setempat yang didirikan sejak 1998 yaitu, Paduan Suara Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (PSM UNNES).

Para penikmat seni yang didominasi oleh generasi muda ini tampak antusias melihat penampilan menarik dari keduanya di atas panggung. Sesekali para penikmat seni juga terdengar bernyanyi bersama mengikuti Payung Teduh.

Marsya Ditia anggota Payung Teduh menuturkan senang bisa hadir dan tampil  secara langsung di Taman Indonesia Kaya.

Baca Juga:  Warga Raja Ampat Sambut Kedatangan Ganjar

“Melihat semangat dan antusiasme para penikmat seni di kota Semarang, memberikan energi dan semangat tersendiri bagi kami dalam menyuguhkan pertunjukan ini,”  ujarnya.

Payung Teduh diciptakan oleh dua teman dekat yang menggunakan sebagian besar waktu mereka untuk bermain musik di kantin kampus.

Mereka juga menyediakan musik latar untuk Teater Pagupon di Universitas Indonesia.

Pada Desember 2010, mereka memutuskan untuk merekam musik yang sering mereka mainkan di teater.

Seiring berjalannya waktu, Payung Teduh mendapat respon yang luar biasa dari pendengar, terutama di sekitar Asia seperti Jepang, Singapura, dan Malaysia. Selain Marsya Ditia, band yang sudah menghasilkan 5 album ini juga beranggotakan Alejandro Saksakame selaku drum dan perkusi, Abdul Aziz selaku bass, dan Ivan Penwyn selaku gitar dan terompet.

Baca Juga:  Tim Pengabdian Masyarakat USM Beri Bekal Pelatihan Keterampilan Bagi UMKM

Pada 2021 Payung Teduh juga meluncurkan single berjudul Suar.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!