APKOMINDO dan APTIKNAS Dukung BRICS Industrial Innovation Contest 2026, Dorong Inovator Indonesia Tembus Pasar Global
Jakarta, Berlianmedia.com – Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) bersama Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan BRICS Industrial Innovation Contest 2026 yang akan digelar pada 7 Mei 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta.
Ajang ini dinilai sebagai momentum strategis dalam mendorong inovator nasional menembus pasar global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri berbasis teknologi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif negara-negara BRICS dalam memperkuat kolaborasi lintas negara di era Revolusi Industri Baru.
Dengan mengusung semangat “Kumpulkan Kecerdasan BRICS untuk inovasi pembangunan percepatan proses Revolusi Industri baru”, kompetisi ini membuka peluang luas bagi inovator Indonesia untuk berkompetisi dan membangun jejaring internasional.
Ketua Umum APKOMINDO dan APTIKNAS, Soegiharto Santoso, menegaskan bahwa dukungan terhadap kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam mendorong ekosistem inovasi nasional.
Menurutnya, ajang ini menjadi pintu masuk bagi talenta Indonesia untuk dikenal di tingkat global.
“Kami melihat ini sebagai langkah strategis untuk membuka akses global bagi inovator Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing industri TIK nasional,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa di era digital saat ini, keunggulan tidak lagi ditentukan oleh skala semata, melainkan kecepatan inovasi dan kemampuan berkolaborasi lintas sektor dan negara. Oleh karena itu, sinergi seperti yang terbangun dalam BRICS menjadi sangat penting.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Pusat, Teddy Sugianto, yang menyebut kompetisi ini sebagai bagian dari upaya strategis BRICS dalam mendorong inovasi global.
Ia menyoroti beberapa sektor utama yang menjadi fokus, seperti Artificial Intelligence (AI), Green Industry, Low-Altitude Technology, dan Energy Electronics.
“Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para inovator tanah air untuk menunjukkan potensi dan kualitasnya di panggung dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang Guanglian (GLCC), Angga Pramana Jaya, menilai ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan platform strategis untuk memperluas konektivitas bisnis dan investasi global.
“Ini adalah peluang besar untuk menciptakan kemitraan internasional yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Penyelenggaraan BRICS Industrial Innovation Contest 2026 melibatkan institusi strategis dari Tiongkok, yakni International Economic and Technical Cooperation Center di bawah Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT), dengan pelaksana teknis China Datang Overseas Investment Co., Ltd.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok global dan meningkatkan peran aktif Indonesia dalam ekosistem industri internasional.
Kompetisi ini terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari universitas, lembaga riset, perusahaan, startup, hingga komunitas inovator.
Batas akhir pendaftaran ditetapkan pada 5 Mei 2026, dengan proses seleksi yang mencakup presentasi proyek serta evaluasi oleh dewan juri dari unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi industri.
Selain kesempatan berkompetisi di tingkat internasional, peserta juga berpeluang memperoleh berbagai manfaat strategis, seperti akses pendanaan, jaringan industri global, hingga kesempatan melaju ke babak final di Xiamen, Tiongkok.
Panitia juga menyediakan total hadiah menarik, dengan hadiah utama mencapai Rp50 juta.
Dengan dukungan berbagai pihak seperti MIIT, China Datang, INTI, HIPMI JAYA, GLCC, ABDI, APKOMINDO, APTIKNAS, dan TBN, ajang ini diyakini menjadi katalisator lahirnya inovasi unggulan nasional yang mampu bersaing di tingkat global.
APKOMINDO dan APTIKNAS pun mengajak seluruh pelaku industri TIK di Indonesia untuk memanfaatkan momentum ini secara maksimal.
.


