Perhutani Mantingan Siagakan Tim Buser 24 Jam Antisipasi Illegal Logging Jelang Idul Fitri
REMBANG[Berlianmedia] – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan menyiapkan tim khusus atau Tim Buser untuk mengantisipasi potensi kejahatan illegal logging menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Langkah tersebut disampaikan Administratur KPH Mantingan H. Rohasan, S.Hut saat ditemui awak media di lobby Kantor KPH Mantingan, Kamis (12/3).
Ia menegaskan bahwa pengamanan kawasan hutan diperketat guna mencegah aktivitas pembalakan liar yang kerap meningkat menjelang hari besar keagamaan.
“Menjelang perayaan hari besar umat Islam kami telah menyiapkan Tim Buser untuk menjaga keamanan kawasan hutan di wilayah Mantingan,” ujar Rohasan.
Menurutnya, tim tersebut bekerja selama 24 jam yang terbagi dalam dua sif, yakni siang dan malam, sehingga tidak ada celah kosong dalam pengawasan kawasan hutan.
Selain Tim Buser, pengamanan juga diperkuat oleh jajaran BKPH, Polter di masing-masing RPH, serta Polisi Hutan Mobil (Polmob) yang turut melakukan patroli di wilayah kerja masing-masing.
Rohasan juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran di lapangan agar selalu siaga terhadap potensi masuknya pelaku illegal logging. Para pejabat pemangku wilayah diminta tetap berada di wilayah tugasnya untuk memantau kondisi kawasan hutan.
“Apabila ada pejabat wilayah yang harus bepergian keluar kota, maka harus mendapat izin dari pimpinan di atasnya. Jika ada indikasi illegal logging, pejabat yang berada paling dekat dengan lokasi harus segera memimpin pengamanan dan menghalau pelaku,” tegasnya.
Ia menambahkan, hingga akhir tahun 2025 kondisi keamanan kawasan hutan Mantingan berada pada peringkat lima se-Divisi Regional Jawa Tengah. Beberapa wilayah yang dinilai rawan antara lain Kalinanas di Kabupaten Blora serta kawasan BKPH Ngiri.
Tim Buser sendiri memiliki tugas melakukan patroli preventif tanpa batas waktu, mendeteksi pergerakan pelaku illegal logging, serta mengumpulkan informasi dari masyarakat sekitar hutan.
Dalam pengawasan kawasan, Perhutani juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari masyarakat, LSM, hingga aparat kepolisian. Untuk tingkat KPH koordinasi dilakukan dengan Polres, sedangkan BKPH berkoordinasi dengan Polsek setempat.
“Untuk awal tahun 2026 ini kondisi kerawanan hutan kita jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Ini merupakan buah dari kerja sama yang solid serta integritas tim keamanan,” tambahnya.
Selain pengamanan kawasan hutan, Perhutani Mantingan juga menyiapkan petugas untuk menjaga aset kantor KPH secara bergiliran agar operasional tetap berjalan selama masa libur Lebaran.
Sementara itu, Kepala Seksi PSDH KPH Mantingan Edy Pramono, S.Hut menegaskan bahwa keberadaan Perhutani memiliki peran penting bagi masyarakat, khususnya dalam pembangunan sektor kehutanan dan kelestarian lingkungan.
“Semangat membangun peradaban kawasan hutan yang lestari bagi generasi mendatang harus terus menyala di hati para rimbawan,” pungkasnya. Editor: MSarman


