Tim TAA Polda Jateng Olah TKP Laka Beruntun Exit Tol Bawen, Delapan Korban Luka Masih Dalam Perawatan
KABUPATEN SEMARANG [Berlianmedia]– Pasca kecelakaan beruntun yang melibatkan 10 kendaraan di kawasan Exit Tol Bawen pada Selasa malam (3/3), aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Tim dari Polres Semarang bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) dari Polda Jawa Tengah turun langsung ke lokasi, guna melakukan penyelidikan teknis dan rekonstruksi awal kecelakaan, pada Rabu (4/3).
Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani menjelaskan, bahwa penggunaan teknologi TAA bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif rangkaian peristiwa kecelakaan, mulai dari kondisi sebelum kejadian, saat benturan terjadi, hingga dampak setelahnya.
“Betul, kemarin telah kita lakukan olah TKP bersama tim TAA Ditlantas Polda Jateng di lokasi kejadian laka beruntun pada Selasa malam,” ujar AKP Lingga dalam keterangannya di Mapolres Semarang, Kamis (5/3).
Menurutnya, teknologi TAA memungkinkan penyidik melakukan analisis mendalam, terhadap berbagai faktor, seperti kecepatan kendaraan, posisi benturan, jarak pengereman, hingga kondisi jalan dan kendaraan. Hasil analisis ini diharapkan, dapat memberikan gambaran objektif mengenai penyebab pasti kecelakaan.
Selain olah TKP, pihak kepolisian juga akan memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian serta meminta keterangan dari saksi ahli.
Langkah tersebut dilakukan, untuk memperjelas kronologi sekaligus menelusuri dugaan kegagalan fungsi pengereman pada truk box yang terlibat dalam insiden tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan beruntun ini melibatkan satu unit truk box bermuatan paket, satu mobil pribadi, serta delapan sepeda motor yang saat kejadian tengah berhenti di lampu lalu lintas Exit Tol Bawen. Truk tersebut diduga mengalami gagal pengereman hingga menabrak kendaraan di depannya.
Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Namun delapan orang mengalami luka-luka dan sempat mendapatkan penanganan medis di RS At-Tin Bawen. Dari jumlah tersebut, enam korban masih menjalani perawatan inap, sementara dua lainnya diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin terhadap kendaraan, terutama kendaraan angkutan barang dengan muatan berat. Selain itu, pengawasan terhadap kelayakan teknis kendaraan, juga menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kecelakaan lalu lintas di jalur-jalur padat seperti kawasan Bawen.


