Pelatihan Digital Tani Merdeka dan Bina Mandiri Dorong Kemandirian Ekonomi Disabilitas di Kabupaten Semarang

TENGARAN, [Berlianmedia] – Kabupaten Semarang – Upaya nyata pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas terus dilakukan melalui penguatan kapasitas digital dan mental kemandirian.

Kolaborasi antara Tani Merdeka Indonesia dan Kelompok Disabilitas Bina Mandiri Kabupaten Semarang menggelar pelatihan dan pengenalan dunia digital pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Kegiatan berlangsung di Warung Sate Jos Suruh, yang berlokasi di Komplek Pasar Kembang Sari Baru, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Pelatihan ini diikuti oleh 10 peserta disabilitas serta 5 pendamping dan penasihat.

Membangun Kepercayaan Diri dan Mental Tangguh

Ketua Kelompok Bina Mandiri sekaligus narasumber, Nana, menekankan pentingnya kepercayaan diri dan kekuatan mental bagi penyandang disabilitas dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Sebagai penyandang disabilitas, kita harus percaya diri dan memiliki mental tangguh. Jika ada permasalahan hukum atau perlakuan semena-mena, laporkan kepada kami agar dapat ditindaklanjuti,” tegas Nana.

Pesan tersebut mendapat respons positif dari para peserta, yang selama ini masih menghadapi berbagai hambatan sosial maupun administratif.

Baca Juga:  Rudy Eka Siapkan 23 Pemain Timnas Wanita U-20 Indonesia

Teknologi Digital Membuka Peluang Ekonomi Baru

Heri, seorang pegiat media sosial dan kreator digital, berbagi pengalaman tentang peluang ekonomi melalui platform digital seperti Facebook dan TikTok.

Ia menjelaskan bahwa teknologi digital membuka kesempatan luas bagi siapa saja, termasuk penyandang disabilitas, untuk berkarya dan memperoleh penghasilan.

“Saya sudah membuktikan sendiri bahwa TikTok bisa menghasilkan uang. Gunakan HP agar produktif, salurkan kreativitas, dan jangan menutup kesempatan untuk belajar,” ujarnya.

Peserta didorong untuk memanfaatkan telepon genggam sebagai alat produksi, pemasaran, dan komunikasi usaha.

Peran Strategis Difabel dalam Penguatan Komunitas

Direktur PPRBM Solo Raya, Sunarman Sukamto, yang juga merupakan penyandang disabilitas dan pernah menjadi tenaga ahli kepresidenan bidang Politik, Hukum, dan HAM pada era pemerintahan Joko Widodo periode 2018–2024, menegaskan pentingnya peran difabel dalam memperkuat kemandirian komunitas.

Ia menyampaikan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama sebagai warga negara, termasuk dalam memperoleh akses teknologi, pekerjaan, dan perlindungan negara.

Baca Juga:  Pangdam IV/Dip: Jadilah Prajurit Yang Dicintai dan Mencintai Rakyat

“Pegiat difabel harus berperan menguatkan kelompok basis agar mandiri dan tangguh. Pemerintah pusat dan daerah harus hadir memfasilitasi dan memperlakukan difabel setara dengan warga negara lainnya,” ujarnya.

Sunarman juga menjelaskan konsep pembiayaan khusus bagi disabilitas, di mana negara memiliki kewajiban untuk memastikan akses layanan publik, termasuk layanan seperti BPJS Kesehatan, dapat diakses tanpa diskriminasi.

Hal ini menanggapi keluhan peserta, Ahmad Subi dari Getasan, yang mengalami kendala BPJS tidak aktif dan dikenakan denda.

Tani Merdeka Siap Dukung Difabel di Sektor Pertanian Modern

Perwakilan DPD Tani Merdeka Kabupaten Semarang menyampaikan bahwa organisasinya berkomitmen mendukung pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan melalui pendampingan petani.

Program strategis Tani Merdeka meliputi:
Penyediaan pupuk dan sarana produksi pertanian
Bantuan mesin pertanian modern
Pengembangan hilirisasi dan nilai tambah produk
Advokasi dan pendampingan petani
Wadah pengaduan permasalahan petani

Baca Juga:  Partai Demokrat Kota Semarang Buka Rekrutmen Caleg

Selain itu, penyandang disabilitas dinilai memiliki peluang besar untuk terlibat dalam sektor:
Pertanian
Peternakan
Perikanan

Usaha berbasis digital dan pemasaran online.

Tani Merdeka siap hadir sebagai pendamping untuk memastikan kelompok disabilitas dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi.

Harapan Nyata dari Peserta: Bukan Sekadar Wacana

Maryono, peserta disabilitas dari Suruh, menyampaikan dukungan penuh terhadap program pemberdayaan yang diinisiasi Tani Merdeka.

“Kami sangat mendukung program pemberdayaan dan kesejahteraan petani, khususnya bagi penyandang disabilitas. Kami berharap ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dilaksanakan,” ungkapnya.

Menuju Difabel Mandiri dan Produktif

Pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi difabel melalui pemanfaatan teknologi digital dan sektor produktif lainnya.

Kolaborasi antara organisasi masyarakat, komunitas difabel, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi, berdaya secara sosial, dan diakui secara setara sebagai warga negara.[Sumber:Suriyanto]

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!