Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin Sebut, Kota Semarang Kehilangan Sosok Panutan

SEMARANG [Berlianmedia]– Kepergian KH Ahmad Hadlor Ihsan membawa duka mendalam bagi masyarakat Kota Semarang. Sejumlah tokoh yang hadir dalam prosesi pemakaman memberikan kesaksian atas keteladanan almarhum semasa hidupnya dan Almarhum KH Ahmad Hadlor Ihsan adalah benar-benar orang baik.

Salah satu tokoh yang hadir adalah Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin yang menyampaikan, bahwa almarhum bukan hanya ulama, tetapi juga panutan yang memberikan banyak kontribusi bagi pemerintah dan masyarakat.

“Beliau adalah panutan, teladan bagi kita semua. Ini artinya kita, warga Kota Semarang kehilangan sosok teladan,” ujar Iswar, Sabtu (14/2).

Menurutnya, KH Ahmad Hadlor Ihsan tidak hanya dikenal sebagai pengasuh Pesantren Al Ishlah Mangkang Kulon, tetapi juga sosok yang aktif membangun karakter masyarakat melalui penanaman nilai-nilai akhlak dan pendidikan keagamaan.

Baca Juga:  Biofarma Group Bakal Bagikan Inovasi Tranformasi Digital di AIPF 2023

Senada, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Noor Ahmad, mengaku telah lama mengenal almarhum, sejak sebelum aktif di Masjid Agung Jawa Tengah hingga bersama-sama berkhidmat di Baznas Jawa Tengah.
Ia mengenang peran besar KH Ahmad Hadlor Ihsan saat pandemi Covid-19, terutama dalam memperjuangkan bantuan kesehatan bagi para kiai dan santri.

“Perhatian beliau terhadap keselamatan kiai dan santri saat pandemi memang sungguh luar biasa,” tuturnya.

Tak hanya itu, almarhum juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap pendidikan santri melalui program beasiswa.

“Saya bersaksi beliau adalah orang baik, beliau adalah ahli surga insya Allah min ahlil Jannah bighairi hisab,” tandas Noor Ahmad.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, Muhtasit, turut memberikan kesaksian di pemakaman umum belakang Pesantren Al Ishlah. Ia menuturkan, almarhum sangat menaruh perhatian pada pendidikan dasar keagamaan, khususnya kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil.

Baca Juga:  Gerakan Jum’at Beramal: FOJB dan JOB'S Menebar Bhakti Kemanusiaan Bersama Masyarakat

Disampaikan pula, bagwa beberapa hari setelah dilantik, Muhtasit bersama jajaran Kemenag sowan ke kediaman almarhum. Dalam pertemuan itu, KH Ahmad Hadlor Ihsan berpesan, agar pendidikan Al-Qur’an dan salat diperkuat sejak jenjang Taman Kanak-Kanak Islam atau Tarbiyatul Athfal (TA) hingga Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

“Tulung Kang Tasit, anak-anak RA dibekali Al-Qur’an. Tulung anak-anak MI, MTs dan MA dibekali Al-Qur’an. Ajarkan cara membaca yang tartil,” kenangnya menirukan pesan almarhum.

Selain baca tulis Al-Qur’an, dzikir dan doa dalam salat juga menjadi perhatian khusus almarhum untuk menegaskan fondasi pendidikan keagamaan di sekolah formal.
Sebagai informasi, almarhum juga menjabat sebagai Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Semarang serta pengurus Masjid Agung Jawa Tengah.

Baca Juga:  HUT Infanteri Ke-74, Pangdam IV/Diponegoro : Prajurit Harus Lebih Dekat Dengan Rakyat

Kabar duka ini tersebar luas melalui berbagai grup WhatsApp dan media sosial warga. Puluhan karangan bunga berjejer di sepanjang jalan depan masjid dan Pesantren Al Ishlah Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu. Ribuan pelayat, terdiri dari tokoh agama, birokrasi, hingga politisi, tampak hadir memberikan penghormatan terakhir.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!