Wilayah Barat Kota Semarang Terdampak Banjir dan Longsor karena Cuaca Ekstrem

SEMARANG [Berlianmedia]- Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu ini, mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir dan longsor, seperti yang melanda wilayah barat kota Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, banjir memasuki permukiman penduduk Jalan Gunung Jati Selatan RT 1-8 RW 2 Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, yang terjadi pada hari Kamis (15/1) pada pukul 21:00 WIB

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Penanggulangan Bencana (PB), M. Abdul Rafi saat ditemui mengatakan, Posko 24 jam PMI Kota Semarang melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan bencana saat hujan lebat, dengan intensitas yang tinggi mengguyur wilayah Kota Semarang.

“Berdasarkan keterangan Ketua RW 02, luapan Sungai Plumbon mengakibatkan permukiman warga di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 80–100 cm. Ketua RW 02 kemudian meminta bantuan Posko PMI Kota Semarang untuk melakukan evakuasi warga terdampak,” ungkapnya, Rabu (21/1).

Baca Juga:  Ganjar Lepas Kontingen Jateng ke Pomnas 2022; Menang Jangan Jumawa

Berdasarkan pantauan dan hasil asesmen relawan PMI, luapan air sungai yang sempat merendam beberapa wilayah di Kelurahan Wonosari sudah surut. Namun akses menuju lokasi jalan sedikit tertutup lumpur.

“Dapur umum mandiri dilaksanakan di RT 9 RW 2 dekat pos kamling hasil swadaya masyarakat kelompok jumat berkah. Dapur umum mencakup kurang lebih 9 RT dan warga sudah kembali beraktivitas normal,” urainya.

Tanah Longsor

Selain banjir, Intensitas hujan yang tinggi juga mengakibatkan tanah longsor menimpa dua rumah warga Jalan Simongan No.1, Kelurahan Bojongsalaman, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Peristiwa itu terjadi pada hari Jumat (16/1) sekira pukul 21:00 WIB

“Berdasarkan informasi dari WA Grup terjadi talut longsor yang menyebabkan tembok gereja roboh dan menimpa 2 rumah warga, bagian dapur rumah Pak Ferdi dan Pak Bayu,” jelas Abdul Rafi.

Baca Juga:  Kemendikbud Tetapkan 16 Budaya Jateng sebagai WBTB 2023, dan SMAN 7 Purworejo Cagar Budaya Nasional

Relawan yang melakukan asesmen mencatat 3 KK 10 jiwa terdampak longsor. Mereka terdiri dari 2 perempuan dewasa, 3 laki laki dewasa, 3 perempuan lansia, 1 lansia laki laki, dan seorang balita.

“Kerusakan rumah huni bagian dapur kondisi rusak ringan,” imbuhnya.

Peristiwa serupa juga terjadi di Jalan Abdulrahman Saleh No.180, Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang pada hari yang sama sekitar pukul 00:25 WIB. Namun kejadian tersebut hanya menyebabkan kerusakan pada teras rumah warga.

Kepala Markas PMI Kota Semarang, dr. Anna Kartika Y. M. Biomed juga menuturkan, pihaknya terus menyiagakan Posko layanan selama 24 jam bersama relawan sebagai langkah dalam mengantisipasi potensi bencana yang terjadi di wilayah kota Semarang.

Disampaikan pula, setiap bantuan yang diterima oleh masyarakat, merupakan bentuk pengembalian dari kegiatan Bulan Dana PMI yang dikemas dalam konsep Bulan Kemanusiaan secara tematik dan rutin digelar setiap tahun.

Baca Juga:  DLH Jepara Diduga Melindungi, Temuan di Lapangan Justru PT HWI Buang Limbah Sembarangan

“Harapan kami layanan yang diberikan PMI dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya di wilayah Kota Semarang,” tuturnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!