Gubernur Ahmad Luthfi Serap Aspirasi Wartawan, Perkuat Kolaborasi untuk Majukan Jateng
SEMARANG [Berlianmedia] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerap berbagai aspirasi sekaligus kritik dari para wartawan sebagai upaya memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas pembangunan di Jawa Tengah. Hal itu disampaikannya dalam Temu Rekan Media yang digelar di Hotel Griya Persada, Bandungan, Kabupaten Semarang, Senin (8/12) malam.
Sekretaris Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jawa Tengah (FWPJT), Agus Hermanto, mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi yang dinilai mampu membangun sinergi dengan banyak pihak, termasuk para jurnalis. Ia juga mengusulkan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng rutin melakukan pertemuan dengan wartawan untuk menyampaikan capaian pembangunan.
“Biar OPD juga aktif merilis informasi agar bisa kami publikasikan ke masyarakat,” ujarnya.
Wartawan senior, Beno Siang Pamungkas, turut memberikan masukan mengenai pentingnya komunikasi langsung antara Gubernur dan masyarakat. Menurutnya, pendekatan komunikasi yang intens dapat memperkuat kedekatan dan kepercayaan publik.
“Masyarakat butuh komunikasi langsung. Turun ke tengah masyarakat itu penting,” katanya.
Dukungan juga disampaikan wartawan asal Kudus, Ahmad Zainal, yang menyoroti pentingnya kecepatan respons di media sosial. Ia menilai ruang digital kini menjadi kanal efektif bagi pemerintah untuk menjalin interaksi dengan masyarakat.
“Kecepatan merespons komentar masyarakat itu penting. Ketika ada laporan pohon roboh, misalnya, langsung ditindaklanjuti keesokan harinya. Masyarakat sangat menghargai respons cepat seperti itu,” ujarnya.
Ketua PWI Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, mengapresiasi kedekatan antara Pemprov Jateng dan insan pers. Baginya, kolaborasi pemerintah dan media merupakan kebutuhan dalam pembangunan daerah.
“Pertemuan seperti ini sangat akrab dan hangat. Mudah-mudahan bisa dilakukan berkala sebagai ruang penyampaian aspirasi dan uneg-uneg dari wartawan. PWI siap berkolaborasi untuk membangun Jawa Tengah,” tegasnya.
Menanggapi seluruh masukan, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan apresiasi kepada para wartawan. Ia menekankan bahwa kritik dan saran menjadi energi penting bagi pemerintah untuk bekerja lebih baik.
“Terima kasih masukannya. Saya ini orangnya apa adanya, tidak dibuat-buat. Kritik dan saran dari rekan-rekan wartawan akan saya jalankan,” ucapnya.
Luthfi juga meminta insan pers untuk tetap kritis dan konstruktif. Menurutnya, hubungan tanpa jarak antara pemerintah dan wartawan merupakan kunci komunikasi yang sehat.
“Saya sudah lama bergaul dengan wartawan dan tidak ada jarak di antara kita. Pendekatannya harus konstruktif,” imbuhnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pers, Gubernur siap memfasilitasi peningkatan literasi digital bagi wartawan se-Jawa Tengah. Dengan itu, jurnalis diharapkan mampu menyajikan informasi berbasis data dan fakta, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang akurat.
Fasilitasi tersebut, kata Luthfi, merupakan bagian dari komitmennya untuk membangun kolaborasi kuat antara pemerintah dan media dalam memaksimalkan seluruh potensi demi kemajuan Jawa Tengah.


