Gabungan LSM dan Ormas Jawa Tengah Kompak Tolak Demo Anarkis di Semarang
SEMARANG [Berlianmedia]– Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi masyarakat (ormas) di Jawa Tengah menyatakan sikap bersama, terkait perkembangan situasi di Kota Semarang. Sikap tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Café Roullas, Jalan Kusumawardani, Semarang, Rabu (3/9).
Dalam pernyataannya, gabungan LSM dan Ormas menyampaikan lima poin utama. Pertama, menolak aksi demo anarkis yang dinilai merugikan masyarakat. Kedua, menolak upaya provokasi oleh pihak-pihak tertentu yang memicu arogansi dalam aksi unjuk rasa.
Ketiga, mereka menghimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah kerusuhan, penjarahan, maupun tindakan kriminal lainnya. Keempat, menjaga ketertiban masyarakat dan ketentraman umum dianggap sebagai tanggung jawab bersama.
Selain itu, gabungan LSM dan Ormas juga mendesak aparat penegak hukum di Jawa Tengah, agar mengusut tuntas tindakan kriminal serta menyelidiki penyebab meninggalnya mahasiswa UNES, Iko Julian Junior, yang terjadi saat aksi demo pada 29–30 Agustus 2025.
“Kami menolak segala bentuk demo anarkis. Aksi menyampaikan aspirasi sah-sah saja, tapi jangan sampai mengorbankan keamanan masyarakat,” tegas Budi Kiatno, Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Tengah, salah satu perwakilan LSM yang hadir.

Diharapkan, lanjutnya, pernyataan sikap ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, dari potensi gesekan sosial yang bisa merugikan banyak pihak.
Sesalkan Tindakan Anarkis
Koordinator Gabungan LSM dan Ormas Jawa Tengah Adhi Siswanto Wisnu N menyatakan, pihaknya menyesalkan terjadinya unjuk rasa yang sampai mengakibatkan over hingga anarkis, penjarahan dan pembakaran.
“Kita setuju semuanya menyampaikan aspirasi, tetapi kita harus lihat ketimuran kita jangan sampai teman-teman demo di lapangan, ditunggangi oleh kelompok-kelompok, yang akhirnya tujuan dari penyampaian aspirasi ini malah justru makar dan bukan penyampai aspirasi yang benar, tetapi justru menimbulkan kerusakan fasilitas umum dan akhirnya perpecahan pada anak bangsa,” sesal Ketua Pemuda Panca Marga Legiun Veteran Republik Indonesia (PPM LVRI) Jawa Tengah.
“Kami hari ini bersama-sama dari anak-anak Veteran pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, PPM LVRI bersama-sama dengan Ormas yang ada, seperti Kyai Santri Pancasila, GNPK ada dari JPKP dan forum-forum yang lain, Ormas yang lain menyatakan sikap bersama bahwa kita menolak demo yang anarkis, kita menolak penjarahan, kita menolak berbagai bentuk kekerasan,” imbuhnya.
Implementasi dari pernyataan sikap Gabungan LSM dan Ormas tersebut, nantinya akan diwujudkan dalam bentuk Kirab Merah Putih, untuk menumbuh kembangkan jiwa nasionalisme Patriotisme anak bangsa, dengan membawa bendera merah putih sepanjang 1945 meter, yang akan diarak dari Jalan Pemuda hingga ke Simpang Lima Kota Semarang pada bulan Oktober 2025 mendatang.
“Kalau tahun sebelumnya yang ikut hingga 12 ribu. Saat ini sudah ada 10 ribu massa, yang berasal dari Pelajar, Mahasiswa dan para pemuda. Target kita nantinya bisa sampai 15 ribu peserta yang ikut berpartisipasi di Kirab Merah Putih itu,” harapnya.
Caption : Adhi Siswanto Wisnu N, Koordinator Gabungan LSM dan Ormas Jawa Tengah memberikan pernyataan sikap tindakan unjuk rasa anarkis, Rabu (3/9). Foto : Absa


