Pasukan Hijau DLH Langsung Gerak Cepat Sapu Bersih Sampah Usai Gelaran Karnafal
REMBANG [Berlianmedia] – Pasukan Hijau Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang langsung gerak cepat usai gelaran Karnafal Dalam rangka HUT RI ke 80. Sabtu,(30/8).
Begitu peserta terakhir berangkat pasukan DLH langsung lakukan sapu bersih area jalan yang digunakan Jalan Karnafal.
Kepala DLH Rembang Ika Affandi ketika dikonfirmasi lewat whassaap mengatakan bahwa ia mengerahkan 18 anggota pasukan hijau dan 15 tenaga angkut untuk mempercepat pengangkutan sampah yang berserakan sepanjang Pom bensin Hingga perempatan
Zaeni.
Kalau kita tidak gerak cepat nanti sampah sampah itu akan berhamburan kemana-mana, bila ada kendaraan lewat dan siang itu angin bertiup dari Utara ke selatan,”jelas dia.
Perlu diketahui bahwa Kebersihan kota merupakan aspek penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat dan lingkungan. Berikut beberapa upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kebersihan kota di Rembang DLH telah melakukan Perluasan pelayanan kebersihan ke kota Lasem untuk menjaga kebersihan dan keindahan destinasi wisata.
DLH juga sudah menambah Pengadaan Kontainer Sampah baik untuk wilayah perkotaan maupun kota lainya dalam jalur Pantura.
Hal ini untuk meningkatkan prosentase pelayananan pengelolaan sampah rumah tangga maupun sampah sampah disaat ada gelaran kegiatan pertunjukan maupun konser.
Pendidikan dan Sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kota dan sekitarnya perlu digencarkan secara masif agar kesadaran masyarakat dalam menjaga kota terus terjaga. Disisi lain juga membersihkan jalan jalan yang jadi genangan air yang menjadi sarang nyamuk.
Namun, masih ada beberapa tantangan dalam menjaga kebersihan kota, seperti kinerja pelayanan pembuangan sampah di Kota Rembang, masyarakat yang masih membuang sampah seenaknya yang masih termasuk dalam kategori “buruk”. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pembenahan terhadap faktor-faktor untuk mendukung kinerja kebersihan. Mengguggah kesadaran masyarakat menjaga keindahan perlu perlu kerja keras,” imbuh seorang pegiat lingkungan Di Rembang. (Sigit).


