Presiden Prabowo Resmikan Danantara Indonesia, Superholding BUMN untuk Investasi Nasional
JAKARTA [Berlianmedia] – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia, sebuah superholding BUMN yang bertujuan mengelola investasi strategis dan meningkatkan daya saing perusahaan pelat merah di kancah global. Acara peresmian yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, tokoh bisnis, serta pemimpin industri nasional.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembentukan Danantara Indonesia adalah bagian dari strategi besar pemerintah untuk mengoptimalkan aset negara, meningkatkan investasi, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, badan ini akan menjadi penggerak utama investasi nasional serta memastikan bahwa BUMN memiliki daya saing tinggi di tingkat internasional.
Sebagai superholding, Danantara Indonesia akan mengelola tujuh BUMN strategis, yaitu PLN, Pertamina, Telkom Indonesia, MIND ID, Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Dengan total aset mencapai Rp9.286 triliun, badan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investor global serta menciptakan sistem investasi yang lebih transparan dan profesional.

Untuk memastikan pengelolaan yang efektif, pemerintah menunjuk Rosan Roeslani sebagai CEO Danantara Indonesia, didampingi Pandu Sjahrir sebagai Chief Investment Officer (CIO) dan Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer (COO). Menteri BUMN Erick Thohir dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengawas, dengan Muliaman D. Hadad sebagai Wakil Ketua. Dewan pengawas juga diperkuat oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani serta mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.
Keberadaan Danantara Indonesia diharapkan dapat memperbaiki efisiensi pengelolaan aset BUMN yang selama ini tersebar di berbagai sektor. Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi dan profesional, pemerintah optimistis bahwa badan ini mampu meningkatkan profitabilitas, daya saing global, serta transparansi dalam pengelolaan investasi nasional.
Meski demikian, pemerintah menyadari bahwa masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Tata kelola yang baik, pengawasan ketat, serta penghindaran potensi benturan kepentingan menjadi faktor krusial dalam memastikan keberhasilan Danantara Indonesia. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas akan menjadi pilar utama dalam operasional superholding ini.
Dengan peluncuran ini, pemerintah berharap Danantara Indonesia dapat mempercepat transformasi ekonomi nasional, meningkatkan investasi di sektor energi, infrastruktur, keuangan, serta industri strategis lainnya. Langkah ini juga diharapkan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah persaingan global.
Pemerintah optimistis bahwa kehadiran Danantara Indonesia akan memperkuat posisi BUMN sebagai motor penggerak ekonomi nasional, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang semakin menarik bagi para mitra internasional. Dengan pendekatan yang profesional dan terintegrasi, superholding ini diyakini dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.


