Pemkab Semarang Imbau Perusahaan Swasta Bantu Penanganan Stunting

UNGARAN[Berlianmedia] – Pemerintah Kabupaten Semarang menghimbau kalangan (perusahaan) swasta untuk ikut membantu penanganan stunting melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha mengatakan, Pemkab Semarang dalam menangani masalah stunting menggunakan anggaran yang berasal dari dana APBD dan dana desa, selain itu kelurahan juga akan diminta menganggarkan dana penanganan stunting.

“Hari ini sebuah perusahaan jamu di Bergas akan menyerahkan bantuan untuk penanganan stunting di lima desa dan kelurahan sekitar,” ujar Bupati saat membuka acara rembug stunting tingkat Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Jl Ahmad Yani, Ungaran, Rabu (5/7/2023) pagi.

Pada kesempatan itu, Bupati Ngesti Nugraha memerintahkan semua pihak untuk mendukung percepatan penanganan tengkes atau stunting di Kabupaten Semarang. Menurutnya, semua pihak patut berpartisipasi agar masalah kesehatan dan kemanusian itu dapat segera tuntas.

Baca Juga:  Menteri Perdagangan Pantau Stok dan Harga Bahan Pokok di Pasar Karangayu, Semarang

“Terjadi penurunan angka stunting hingga sekitar empat persen dalam setahun ini. Namun perlu terus dilakukan langkah terobosan dan dukungan semua pihak termasuk swasta agar segera tuntas,” tegas Bupati.

Acara rembug stunting diikuti perwakilan perangkat daerah, para Camat, Kepala Desa dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Meski menunjukkan penurunan yang signifikan, Bupati tetap meminta edukasi dan sosialisasi tentang penanganan stunting lebih digiatkan sampai ke tingkat keluarga sasaran. Data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan, pada tahun 2022 tercatat jumlah kasus stunting sebanyak 3.284 anak. Angka itu turun di awal tahun 2023 sebanyak 3.190 anak.

Pada kesempatan itu pula ditanda tangani kesepakatan rembug stunting Kabupaten Semarang, Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Semarang, Ketua Tim percepatan penurunan stunting (TPPS) H Basari dan Ketua TP PKK Hj Peni Ngesti Nugraha.

Baca Juga:  KOPERASI SOKO GURU EKONOMI INDONESIA MASIH SLOGAN SEMATA

Wakil Bupati Semarang H Basari yang juga ketua TPPS menegaskan tidak ada lagi stunting karena kurang gizi tahun depan.

Kepala Dinas P3AKB, Dewi Pramuningsih melaporkan saat ini ada 811 tim pendamping keluarga (TPK) yang bertugas mencegah secara dini terjadinya stunting. Mereka mengawasi 12.434 bayi dibawah dua tahun (baduta), 826 calon pengantin serta 4.571 ibu hamil.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!