Kehati- Hatian Dalam Berkomunikasi Era Digital

Oleh: Gunawan Witjaksana

Kita tentu ingat nasihat bijak para leluhur ” ajining diri jalaran Soko lathi”. Kita tentu juga ingat nasihat lainnya ” sabda pandhita ratu, Tan keno wola- wali”
Dari sisi komunikasi pun ada pedoman bahwa ” communication is irreversible and unrepeatable (komunikasi tidak bisa diperbaiki dan diulang)”.

Itulah sebenarnya prinsip sekaligus filosofi komunikasi, yaitu perlunya kecermatan serta kehati- hatian sebelum kita menyampaikan pesan komunikasi, terlebih bila disampaikannya melalui media massa yang antara lain mempunyai kekuatan melipatgandakan pengetahuan. Belum lagi kekuatan- kekuatan media lainnya.

Di satu sisi saat ini kita dibuat sangat prihatin, tatkala melihat mudahnya para elit yang bahkan mantan pejabat yang asal bunyi dan hanya didasari asumsi subyektifnya, tanpa memedulikan dampak yang akan ditimbulkannya.
Contoh kongkrit misalnya ada yang mengecam tatkala Presiden Jokowi masuk Gereja, sementara yang bersangkutan yang juga non muslim ikut dalam kegiatan 212. Demikian pula elit lain yang menuduh Jokowi ingin menunda Pemilu, padahal kenyataannya perangkatnya sudah ditetapkan dan kegiatannya pun misal verifikasi parpol sudah dilakukan dan segera menyusul yang lainnya.

Baca Juga:  DPRD Jateng Beri Perhatian Khusus Kredit Macet di BPR/BKK

Banyak lagi contoh lainnya, yang kebetulan terekspose lewat google karena keakrabannya dengan google operator yang sering kredibilitasnya pantas dipertanyakan.
Karena itu, sebaiknya kita semua perlu merenung sekaligus mempertanyakan, apa yang sebaiknya dilakukan masyarakat dengan banyaknya informasi yang sering tumpang tindih sekaligus sarat kepentingan?

Selektif
Bagi mereka yang telah melek komunikasi, melek media sekaligus melek digital, tentu dengan mudah serta cekatan mereka membuang informasi yang tidak akurat.
Namun, bagi mereka yang belum, dan sayangnya justru sebagian besar masyarakat, tentu akan mudah tersesatkan oleh informasi- informasi hoax dengan dampak negatifnya.
Untuk mereka ini, adalah tugas negara serta masyarakat yang peduli setidaknya untuk melakukan literasi di lingkungannya masing- masing.

Meski sepintas belum akan tampak dampaknya, namun dalam jangka panjang tentu akan sangat bermanfaat.
Demikian pula sebaliknya bagi masyarakat yang kebingungan menghadapi semrawutnya informasi, maka tabayun dengan media- media arus utama, serta mereka yang literate sangatlah perlu, agar mereka tidak mudah tersesatkan.

Baca Juga:  Dampingi Presiden Tinjau Panen Raya, Ganjar Dukung Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia

Menghadapi karut marutnya informasi serta opini, kita perlu selektif serta berhati- hati. Ini diperlukan justru oleh mudahnya informasi hoax menyesatkan, utamanya bagi mereka yang tidak memiliki informasi pembanding.
Prinsip iklan untuk meneliti sebelum membeli tampaknya cocok untuk diterapkan.

Character
Bila kita cermati, justru pesan sesat itu banyak dilontarkan oleh para elit yang jelas rata- rata expertness. Terlebih banyak di antaranya yang mantan pejabat.
Namun, kita tentu ingat kata Yale bahwa selain expertness, character perlu juga kita perhatikan.
Terkait character tersebut, maka kecanggihan teknologi komunikasi menyebabkan kita mudah menelisik character orang melalui jejak digitalnya.

Terkait hal tersebut, mau mengelak atau mengingkari seperti apa pun, jejak digitalnya akan membuktikannya.
Karena itu, di era keterbukaan serta kebebasan ini, kita tidak boleh semaunya asal ngomong sembarangan, karena ternyata apa yang disampaikan para leluhur, sekarang ini terbukti.

Baca Juga:  Pemerintah Desa Daren Jepara Gelar Musdesus Bahas Status Tanah KUD Sumber Harjo

Kebebasan yang kita masing- masing jalankan, sebaiknya tidak mengusik kebebasan orang lain, sehingga bila hal tersebut dipedomani, diharapkan menjadikan masa depan lebih baik bukan sekedar lip service untuk meraih simpati sesaat, melainkan benar- benar ingin mewujudkan cita- cita luhur para pendiri bangsa.

(Drs Gunawan Witjaksana, M.Si
Dosen Tetap Ilkom USM dan
Dosen Ilkom Udinus)

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!