Ratusan Korban Koperasi BLN Unjuk Rasa di Polda Jateng, Desak Pengembalian Dana dan Penindakan Otak Utama
SEMARANG [Berlianmedia] – Ratusan massa yang mengaku sebagai korban Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN), menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Mapolda Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Rabu (1/4).
Dalam aksi tersebut, para korban menuntut agar dana milik mereka yang tersimpan di koperasi segera dikembalikan dan mendesak aparat penegak hukum, untuk menuntaskan kasus tersebut secara transparan dan menyeluruh.
Peserta aksi unjuk rasa hadir tidak hanya berasal dari Jawa Tengah, tetapi juga dari berbagai daerah di luar provinsi, seperti Surabaya, Jember, Blitar, Tulungagung, hingga Kediri yang diangkut oleh belasan bis dan diparkirkan di lahan kosong sebelah Taman Makam Pahlawan.
Mereka yang datang dalam aksi unjuk rasa membawa poster dan spanduk, berisi tuntutan keadilan serta desakan penyelesaian kasus BLN.
Dalam orasinya, sejumlah perwakilan korban menegaskan, bahwa mereka telah menunggu kejelasan selama bertahun-tahun, namun belum mendapatkan kepastian.
Mereka juga menyoroti dugaan praktik pengelolaan dana, yang tidak transparan serta indikasi aliran dana ke pihak di luar koperasi.

Salah satu korban asal Semarang, Agus Suryanto mengaku, mengalami kerugian ratusan juta akibat bergabung dengan koperasi tersebut dan menyebutkan pula , bahwa pihak koperasi selama ini hanya memberikan janji-janji tanpa realisasi.
“Sudah lebih dari satu tahun kami hanya diberi janji. Sampai sekarang tidak ada kejelasan pengembalian dana. Salain itu, peserta unjuk rasa yang datang ini banyak juga para Kepala Cabang, agen mentor dan beberapa ormas-ormas,” ujarnya.
Para korban juga mendesak kepolisian, untuk segera menindaklanjuti rekomendasi dari Komisi III DPR RI serta mengusut pihak-pihak yang diduga menjadi aktor utama dalam kasus tersebut. Karena hingga saat ini, dinilai penanganan secara hukum terkesan lambat. Yang diduga pelaku otak utama, tidak segera ditangkap dan dijebloskan ke sel.
Sindikat Terstruktur
Disampaikan pula oleh Jonathan, anggota Koperasi BLN lain asal Kota Semarang, yang juga menjadi korban dengan kerugian ratusan juta, bahwa yang terjadi merupakan sindikat terstruktur dalam pengelolaan keuangan di koperasi, dengan dugaan adanya indikasi aliran dana ke rekening di luar institusi koperasi, seperti yayasan maupun perusahaan tertentu milik atau atas nama Ketua Koperasi BLN bernama Nico.
“Ini jelas adalah sindikat terstruktur. Kalau Nico itu tidak ditangkap, akan membuka lagi praktik-praktik seperti ini lagi dan akan makin banyak lagi korban-korban lainnya kedepannya,” tegasnya.
Anggota Koperasi BLN lainnya, Soleh juga menyatakan, bahwa pihak kepolisian harus segera menangkap tokoh-tokoh utama di balik koperasi tersebut, sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat yang semakin profesional, demi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkelanjutan.
“Polisi harus tegas untuk segera mempercepat prosesnya dan menangkap Pelaku utama serta jaringannya. Agar tidak muncul lagi korban-korban lainnya,” tandasnya.
Oleh sebab itu, diharapkan aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan mempercepat proses penyelidikan, agar kasus ini segera menemukan titik terang serta mencegah munculnya korban-korban baru di kemudian hari.
Disampaikan pula, bahwa nantinya pada bulan April ini beberapa anggota akan kembali beraudiensi ke Komisi III DPR RI, untuk menindaklanjuti audiensi anggota Koperasi BLN bulan sebelumnya.



Itu Jonathan seperti nya bukan peserta demo yang terdaftar alias penumpang gelap yang sudah gelap mata tidak punya malu.
Sering melakukan gerakan dan sering mintai uang ke anggota dengan alasan memperjuangkan hak anggota!
Kalau memang ada niat baik dan damai untuk menghindari keeancuan lebih lanjut mulai besok tgl 2 april 2026 kembalikan uang anggota berjumlah 44 000 lebih jumlah uangnya sekitar 3,1 Triliun.
Pembina pak Nico, ketua pak Agus widarto dan Pak Ali surono mantan Kerua kpk, kepala cabang Bali, mereka sudah tau rumah saya diambil Bank.
Foto rumah kos kosan sudah saya berikan.
Saya nabur/ngaruh uang di Koperasi BLN sejumlah Rp 702 000 000.
Setelah dikurangi kluntingan dirinci oleh kepala cabang Bali sisanya
Masih Rp 621 juta lebih.
Mantap..👍
Semoga berhasil