Peringatan Haul Pendiri Masjid Nurul Falah Al-Jami’ Dirangkaikan Hari Jadi Kampung Karangroto
SEMARANG [Berlianmedia] – Takmir Masjid Nurul Falah Al-Jami’ bersama warga Kampung Karangroto RT 06 RW 02, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, menggelar Peringatan Haul Pendiri dan Pejuang Masjid Nurul Falah Al-Jami’. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB, di Masjid Nurul Falah Al-Jami’, Jalan KH. Zainudin, Karangroto. Kamis (25/12).
Selain sebagai momentum doa bersama untuk mengenang jasa para pendiri dan pejuang masjid, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan hari jadi Kampung Karangroto RT 06 RW 02. Perayaan ini menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan panjang serta kebersamaan warga dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Ketua Takmir Masjid Nurul Falah Al-Jami’, Budi Suyatman, menyampaikan bahwa peringatan haul merupakan agenda rutin yang memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat. Menurutnya, para pendiri masjid telah mewariskan keteladanan berupa semangat persatuan, keikhlasan, dan gotong royong yang hingga kini masih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Haul yang pertama ini menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak melupakan jasa para pendahulu yang telah berjuang membangun masjid dan merawat kebersamaan warga,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah tokoh yang diperingati antara lain Bapak Supirman Sekalian, Bapak Mardiono, Simbah Sumiran Sekalian, Ibu Waljinah, Tn. Dartono, Simbah Jami, Bapak Hardi, Bapak Farsi, Bapak Supardi Yanto, serta Bapak Subardi. Para tokoh tersebut semasa hidupnya dikenal memiliki peran besar dalam pembangunan dan pengembangan Masjid Nurul Falah Al-Jami’.
Sementara itu, penggagas kegiatan sekaligus tokoh masyarakat Karangroto, Rozikin Subastian BD, menegaskan bahwa peringatan haul dan hari jadi kampung diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah islamiyah serta kebersamaan antar warga.
“Haul ini bukan sekadar mengenang para pendahulu, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi sekarang untuk melanjutkan perjuangan mereka, menjaga kerukunan, dan membangun Kampung Karangroto agar tetap religius, rukun, dan guyub,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri sekaligus ungkapan rasa syukur atas keberlangsungan kehidupan bermasyarakat di Kampung Karangroto.
Sebagai penggagas dan tokoh Rozikin Subastian BD berharap, melalui kegiatan ini, Masjid Nurul Falah Al-Jami’ terus berperan sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pemersatu umat, sekaligus menjadi simbol sejarah dan kebanggaan warga RT 06 RW 02 Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang,” pungkasnya
#B13deks.412


