Pelayanan Kampoeng Rawa Ambarawa Dikeluhkan, Pengunjung Minta Manajemen Lakukan Evaluasi

KABUPATEN SEMARANG [Berlianmedia]– Kampoeng Rawa Ambarawa, yang dikenal sebagai destinasi wisata apung di kawasan Rawa Pening, kembali menjadi sorotan. Selain menawarkan keindahan alam dan konsep unik, tempat wisata ini juga mendapat keluhan dari pengunjung terkait pelayanan.

Kampoeng Rawa, merupakan destinasi agrowisata yang menyuguhkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Untuk mencapai saung-saung yang berada di tengah danau, pengunjung harus menggunakan rakit. Selain itu, panorama Rawa Pening yang dikelilingi pegunungan menjadi daya tarik utama.

Dari lokasi ini, wisatawan dapat menikmati pemandangan lima gunung sekaligus, yakni Gunung Gajah Mungkur, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Telomoyo serta Gunung Ungaran. Keindahan alam tersebut menjadikan Kampoeng Rawa, sebagai salah satu destinasi favorit keluarga saat libur panjang, termasuk momen Lebaran.

Baca Juga:  Pelatihan Efektif Bikin Kompos Bagi Petani Desa Beteng

Namun, di balik pesona tersebut, salah satu pengunjung asal Salatiga, Hartono mengaku kurang puas, dengan pelayanan rumah makan di area wisata tersebut.
Ia menuturkan, dirinya bersama keluarga harus menunggu hingga sekitar satu jam, hingga pesanan makanan datang. Meski memahami kondisi ramai saat libur Lebaran, ia menyayangkan sikap pelayan yang dinilai kurang nyaman.

“Memang saat itu ramai pengunjung, jadi saya maklumi. Tapi saat kami masih makan, piring dan sisa makanan langsung diambil, termasuk asbak di meja. Kami juga diminta pindah tempat, padahal belum selesai makan,” ungkap Hartono.

Lebih lanjut ia menyebut, anak-anaknya yang masih memiliki minuman es teh yang belum habis, juga diminta berpindah meja. Padahal menurutnya, sejak awal tempat duduk tersebut ditentukan oleh salah satu pelayan di meja nomor 58.

Baca Juga:  Reformasi Birokrasi Terima Predikat A , Ganjar Dorong MPP Fungsikan Digitalisasi

Hartono berharap, pihak manajemen dapat melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan kepada pengunjung. Ia juga meminta agar rekaman CCTV di sekitar meja 58 pada Senin (23/3) sekitar pukul 13.00 WIB dapat diperiksa sebagai bahan klarifikasi.

“Harapannya ke depan pelayanan bisa lebih baik dan pengunjung merasa nyaman,” tambahnya.

Keluhan ini menjadi catatan penting bagi pengelola destinasi wisata, khususnya dalam menjaga kualitas pelayanan di tengah tingginya kunjungan wisatawan saat musim liburan.

Mari Berbagi:

14 Comments

    1. Jawaban anda tidak menunjukkan itikad baik…seyogyanya anda meminta maaf dan akan memperbaiki kinerja pelayanan agar lebih nyaman buat pengunjung bukan malah mempersilahkan mencari tempat lain yg lebih nyaman…

    2. Maaf salah komentar…saya kira anda adalah ownernya kampoeng rawa ambarawa…🙏🙏🙏

      1. Saya setuju, memang terlalu mahal sehingga saya tidak berani merekomendasikan kepada keluarga dan teman saya.

  1. dulu th 2010 favorit krn alamnya mendukung, terakhir th 2015 mungkin jmn ank msh kecil sm almarhum bpk juga. intinya jd kenangan keluarga dulu, semoga manajemen bisa berbenah tdk hanya ngejar profit saat moment lebaran. hal kecil mlh jd nama hancur, sayang bgt

  2. Mereka menyebut dirinya restaurant tp mereka tidak tau cara menjalankannya pekerjanya seperti LG bantu2 hajatan .semua staff kebingungan dengan pekerjaannya .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!