AM Juma’i : Ormas Sangat Berperan Dalam Menciptakan Situasi Kondusif di Pilkada 2024
SEMARANG[Berlianmedia] – Pada putaran ke- 4 Diskusi Panel sosialisasi Pilkada 2024, Badan Kesbangpol Kota Semarang menggandeng Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu, KPU serta Bawaslu Kota Semarang menggelar pendidikan politik bagi organisasi kemasyarakatan dalam menyukseskan Pilkada 2024.
Pendidikan Politik mengusung tema “Peran Strategis dan Komitmen Organisasi Kemasyarakatan Dalam Menyukseskan Pilkada 2024″ berlangsung di Mutiara Ballroom, Hotel Metro Parkview jalan KH Agus Salim no 2- 4 Kota Semarang, Sabtu (7/9).
Kegiatan diikuti 100 peserta dari perwakilan Ormas diantaranya Gerakan Pembumian Pancasila ( GPP), Rangkul, Efata dan Anantaka . Selain itu juga menghadirkan nara sumber Komisioner KPU Kota Semarang, Agus Supriyono, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arif Rahman,S.H.M.H serta Akademisi dari UIN Walisongo Semarang, Dr M.Rikza Chamami,M.Si.
Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Dr Rikza Chamami,M.Si menuturkan dalam pilkada 2024 masyarakat harus ikut mengawasi, kalau ada tindakan tindakan yang tidak sesuai bisa dilaporkan ke Bawaslu, misal Ada penyelewengan, ada ketidaksesuaian dalam aturan aturan.
Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang etika berpolitik yang bersih untuk meminimalkan kampanye negatif, hoax dan lainnya,” ucapnya
Kita sebagai kader organisasi harus bisa memberi contoh, harus bisa memilah milahkan informasi yang hoax dan yang benar, maka kita perlu peran yang aktif,” ujar Rekza
Peran ormas dalam pemilu adalah bentuk kontribusi nyata sebelum jadi dalam upaya membantu menjaga integritas proses pemilihan dan meningkatkan partisipasi serta kesadaran masyarakat dalam berpolitik
Pilkada 2024 akan menjadi yang terbesar dalam sejarah karena ada 445 yang terbagi dalam 37 provinsi, 415 kabupaten dan 90 kota,” imbuhnya
Dalam memilih pemimpin pasti yang kita harus mengenali siapa pemimpin yang akan kita pilih yaitu melalui visi misi, program kerja.
Ini nanti akan disampaikan dalam masa kampanye akan dilakukan pada 25 September 2024 sampai 23 Nopember 2024,” ujar Rikza
Sementara itu Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman,S.H.M.H mengatakan bagi partisipasi pemilih Bawaslu mendorong tidak hanya aktif menggunakan hak pilihnya tapi jugab aktif memberikan informasi serta laporan.
Jajaran Bawaslu yang kita miliki di Kota Semarang sebanyak 300 petugas sedang di DPT sekitar 1,2 juta. Untuk dibutuhkan partisipasi peserta, tidak hanya menggunakan hak pilihnya tetapi bisa berperan aktif memberikan laporan kepada kami,” ucap Arief
Kami menyadari pihaknya masih kekurangan SDM selain itu problem geografis. Oleh karena itu Pilkada serentak 2024 mau tidak mau, suka tidak suka harus ditopang stakeholder, APH, pilar demokrasi salah satunya wartawan, masyarakat serta anggaran yang memadai,” ujarnya
Pada kesempatan terpisah Ketua FKSB Kota Semarang, Dr AM Jumai,SE.MM mengatakan pelaksanaan pendidikan politik ini dalam rangka memberikan edukasi politik khususnya kepada ormas ormas yang ada di Kota Semarang. Dimana FKSB sebagai wadah berhimpunnya komunikasi antar ormas di Kota Semarang ini yang jumlah ratusan ormas memiliki potensi yang sangat luar biasa. Potensi ini harus kita berdayakan untuk kegiatan kegiatan positip menjelang pilkada 2024.

Oleh karena itu kekuatan ormas dibutuhkan andil yang nyata bahwa sukses penyelenggaraan Pilkada tidak hanya oleh penyelenggara pemilu saja baik KPU, Bawaslu,DKPP tetapi potensi ormas sangat sangat menentukan juga dalam menciptakan situasi kondusif, partisipasi didalam pilkada. ” Itu peran ormas dan juga masyarakat penting,” ujar Jumai
Agar partisipasi pilkada Kota Semarang yang ditargetkan mencapai 77 persen bahkan lebih maka perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pilkada 2024,” pungkasnya


