Tim Produktif Bersua Tim Yang Mempunyai Pertahanan Terbaik Di Piala Dunia 2022

Les Blues (Julukan Timnas Perancis) membawa misi mempertahankan gelar juara Piala Dunia. Tentunya untuk hal itu tidak akan mudah, untuk menuju ke babak final menghadapi Argentina Les Blues harus bisa mengalahkan Maroko di partai semifinal Piala Dunia 2022.

Ini adalah semifinal ke 7 sepanjang sejarah Perancis. 3 kali lolos ke final dan 3 kali Perancis gagal menuju babak Final Piala Dunia. Pertandingan semifinal ini sendiri akan digelar di Stadion Al Bayt (15/12) pukul 02.00 wib.

Terakhir pertemuan kedua tim berakhir imbang dengan skor 2-2. Saat itu laga persahabatan antara Perancis melawan Maroko terjadi pada 16/11/2007.

Untuk pertemuan kali ini dipastikan menarik dan duel dengan memainkan tempo cepat akan tersaji dalam laga ini. Perancis dengan mengandalkan strikernya Giroud yang sudah menghasilkan 4 gol dan Mbappe menghasilkan 5 gol, disusul Griezzman mengirim 3 assist,  dengan performa lini depan yang menakutkan tentu Maroko sudah bersiap dengan menerapkan pertahanan yang rapat dan kokoh.

Anak asuhan Didier Deschamps memang termasuk menjadi tim yang produktif di Piala Dunia kali ini. 11 gol sudah disarangkan ke gawang lawan yang dihadapinya dan lini pertahanannya kemasukan 5 gol.

Berbeda dengan Maroko yang menjadi sebuah tim defensif dengan catatan selama penyisihan grup sampai babak perempat final Singa Atlas (Julukan Timnas Maroko) cuma kebobolan 1 gol dan memasukkan 5 gol.

Deschamps akan kembali memainkan formasi 4-2-3-1 dengan mengandalkan double pivot yang ditempati oleh Rabiot dan Tchouameni sedangkan Griezzman menempati posisi gelandang serang tepat dibelakang target man Giroud.

Kemampuan lini belakang Perancis mungkin adalah salah satu kelemahan sebenarnya. 4 bek sejajar dengan opsi permainan bek sayap yang rajin untuk naik membantu serangan terkadang tidak bisa ditutup 2 bek tengah Perancis.

Baca Juga:  Liga Akurat Zulhas Cup 2023 Resmi Mulai Digulirkan

Itulah kenapa fungsi double pivot diperlukan Deschamps saat Perancis mendapatkan serangan balik dari tim lawan melalui transisi positif. Kedua bek tengah Perancis sangat lemah dalam untuk positioning maupun screening membaca permainan lawan, keunggulan mereka hanyalah saat menutup bola atas yang mengarah ke gawang ataupun masuk ke final 3rd.

Fungsi Tchouameni yang lebih bermain sebagai gelandang bertahan ataupun destroyer sangat diperlukan untuk serangan balik cepat yang dibangun Maroko terutama melalui sisi kiri garis pertahanan lawan.

Sedangkan Rabiot justru akan lebih diberikan keleluasaan seperti biasanya untuk masuk ke halfspace pertahanan lawan dengan Giroud sebagai pemancing yang berfungsi sebagai pemantul bola maupun menarik bek lawan keluar dari zonanya.

Yang menarik tentunya peran Griezzman menjadi seorang pemain Versatile. Dimana umpan kunci ataupun melakukan penetrasi di sisi kanan pertahanan lawan akan coba dioptimalkan terlebih sisi kanan Maroko terlalu sering naik saat berhasil melakukan transisi.

2 flank Perancis tidak perlu diragukan kualitasnya, Mbappe dan Dembele saat ini mampu menjadi yang terbaik di Piala Dunia untuk menjadi seorang penyerang sayap. Determinasi keduanya melalui dribbling, key pass bahkan kedua pemain ini total sudah mengumpulkan 4 assist.

Ditambah dengan keunggulan melakukan cut inside ataupun memainkan bola rapat dengan Target man Giroud kemudian membuka ruang untuk memberikan ruang kepada rekannya untuk membuat gol.

Baca Juga:  FKSB Dorong Ormas Ciptakan Suasana Kondusif di Kota Semarang

Giroud sendiri cukup mengejutkan penampilannya selama di Piala Dunia. Pemain bernomor 9 ini sekarang menjadi top skor Perancis di ajang Piala Dunia. Tipe bermainnya sebagai pemantul bola ataupun sampai memancing bek tim lawan untuk keluar.

Selain itu Giroud mampu unggul dalam menerima bola lambung untuk dikonversi menjadi gol melalui sundulan kepala ataupun dengan kaki kirinya. Kerjasamanya dengan Griezzman, ataupun Dembele & Mbappe menarik ditunggu.

Melakukan satu dua sentuhan & multiple touch bisa memberikan ruang untuk Rabbiot yang pintar berada di ruang kosong yang ditinggalkan bek lawan.

Maroko seperti biasa akan memainkan formasi 4-1-4-1 dengan kolektifitas tinggi dan membentuk garis pertahanan yang tinggi untuk menutup permainan bola rapat yang akan diperagakan oleh Perancis.

Kemampuan 4 bek Maroko saat menutup pergerakan lawan di sekitar area final 3rd wajib menjadi catatan Perancis saat akan membangun serangan melalui lini tengah ataupun memainkan bola rapat.

Singa Atlas cenderung menerapkan garis pertahanan tinggi dengan high pressing 2v1 bahkan bisa sampai ke 3v1. Stamina dan fisik pemain Maroko yang menjadi keunggulan dibanding Perancis akan menjadi nilai tambahan.

Tentunya duel Mbappe dan Hakimi layak ditunggu, kedua pemain yang berasal dari klub sama yaitu Paris SG pasti sudah mengetahui kelemahan masing-masing. Tugas Hakimi untuk menutup pergerakan determinasi Mbappe akan menjadi tontonan menarik di pertandingan nanti.

Sedangkan Amrabat yang berposisi sebagai gelandang bertahan kembali akan menjadi sorotan, setelah performanya bersama Maroko di Piala Dunia cukup mengejutkan dengan bisa mematikan serangan ataupun permainan lini tengah tim lawan akan dicoba kembali saat menghadapi Perancis.

Baca Juga:  KOPERASI DESA MENEPIS STIGMA KOPERASI GUREM

Amrabat tentunya akan dibantu pemain lain untuk menutup pergerakan Rabbiot ataupun Griezzman agar tidak bisa leluasa bergerak ke halfspace ataupun memberikan umpan kunci ke lini depan Perancis. Permainannya yang bisa merusak ritme serangan Perancis akan memaksa mundur Rabbiot dan Griezzman untuk keluar dari final 3rd.

Formasi Maroko sendiri sebenarnya cukup menarik dengan menempatkan 2 gelandang bertahan dengan opsi 1 gelandang bertahan berada di zona final 3rd sedangkan satunya lebih menjaga aliran bola saat melakukan transisi positif ataupun negatif.

Satu gelandang bertahan tersebut berada di sekitar garis tengah lapangan untuk mengkontrol dan menjadi perusak pertama aliran bola melalui proses build up serangan lawan atau tim lawan memainkan umpan pendek rapat.

Lini depan Maroko memang tidak diunggulkan daripada Perancis. Akan tetapi pola serangan maroko yang lebih berpusat ke Ziyech di sisi kiri pertahanan lawan wajib diwaspadai. Terutama pergerakan Ziyech, Hakimi dan satu gelandang tengah dengan membentuk komposisi segitiga untuk melakukan multiple touch.

Entah itu Hakimi atau ziyech yang bisa masuk untuk mencari ruang kosong. Tetapi kemungkinan Maroko akan meladeni Perancis melalui bola pendek rapat di sektor lini tengah.

Lini tengah akan menjadi poros dan kunci kedua tim untuk menentukan hasil pertandingan. Perancis akan memainkan tempo cepat melalui pergerakan flank ataupun melalui bola rapat akan ditunggu Maroko di garis pertahanan hingga kemudian melakukan transisi untuk melakukan fast break terutama di sektor kiri pertahanan Perancis.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!