Bertepatan Idul Adha, Hari Jadi ke-3 Bolonemase Indonesia Kota Semarang Dirayakan Penuh Semangat Kurban dan Kepedulian Sosial

SEMARANG [Berlianmedia]– Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 M menjadi momen penuh makna bagi relawan Bolonemase Indonesia Kota Semarang, yang selain menjalankan ibadah kurban, organisasi relawan tersebut juga memperingati hari jadinya yang ke-3, dengan meneguhkan semangat gotong royong, kepedulian sosial dan penguatan solidaritas masyarakat.

Pada perayaan Idul Adha tahun 2026 ini, relawan Bolonemase Indonesia Kota Semarang menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat Muslim yang membutuhkan, di sejumlah wilayah Kota Semarang. Hewan kurban diserahkan melalui koordinator di beberapa kecamatan dan didistribusikan ke sejumlah masjid, agar pembagiannya lebih merata dan tepat sasaran.

Koordinator Bolonemase Indonesia Kota Semarang, Fauzi Ardiansyah mengatakan, ibadah kurban bukan hanya bentuk ritual keagamaan, tetapi juga sarana membangun kepedulian sosial dan pendidikan kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Tahun ini Bolonemase Indonesia melaksanakan kurban di delapan kecamatan di Kota Semarang. Alhamdulillah, perayaan Idul Adha 2026 berdekatan dengan peringatan dirgahayu ke-3 Bolonemase Indonesia, sehingga kami kembali diberikan kesempatan untuk berbagi melalui ibadah kurban,” ujar Fauzi.

Baca Juga:  Honda Dream Cup 2023 Kembali Digelar di 4 Kota

Menurutnya, delapan ekor hewan kurban yang disembelih berasal dari swadaya para relawan, yang secara sukarela menyisihkan rezekinya. Hal tersebut menunjukkan, semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi bagaimana kita belajar ikhlas, peduli dan hadir untuk masyarakat yang membutuhkan. Semangat kebersamaan seperti inilah yang ingin terus kami rawat,” tambahnya.

Fauzi juga menyampaikan pesan Ketua Umum Nasional Bolonemase Indonesia, Kuwat Hermawan Santoso, bahwa kegiatan kurban merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mengedepankan nilai religius, solidaritas sosial dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

Ketua Bolonemase Indonesia Kota Semarang kembali menegaskan, bahwa kegiatan kurban memiliki nilai edukasi dan advokasi sosial yang penting bagi masyarakat. Menurutnya, Idul Adha mengajarkan tentang pengorbanan, empati dan pentingnya membangun kebersamaan lintas lingkungan sosial.

Baca Juga:  Polda Jateng Gelar Operasi Zebra Candi 2022

“Kami ingin mengedukasi masyarakat, bahwa kurban bukan hanya ibadah seremonial tahunan. Di dalamnya ada nilai advokasi sosial, bagaimana masyarakat yang mampu membantu yang membutuhkan, bagaimana solidaritas dibangun dan bagaimana relawan hadir langsung di tengah warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, praktik kurban berbasis swadaya juga memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya peternak lokal dan pelaku UMKM.

“Kegiatan kurban membantu perputaran ekonomi rakyat. Peternak lokal mendapatkan manfaat, pedagang pakan bergerak, jasa transportasi hidup, hingga masyarakat kecil ikut merasakan dampak ekonomi dari distribusi daging kurban,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah relawan Bolonemase Indonesia turut memasak dan membagikan bumbu sate kepada masyarakat, guna mempererat hubungan sosial dan membangun suasana kebersamaan di lingkungan warga.
Daging kurban kemudian dibagikan secara merata ke sejumlah titik di Kota Semarang, yang sebelumnya telah dipetakan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Wakil Walikota Takziah ke Rumah Duka Korban Tertabrak Feeder Trans Semarang

“Kami ingin Bolonemase Indonesia tidak hanya hadir saat kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menyatu dengan kehidupan sosial masyarakat di tingkat akar rumput,” lanjutnya.

Warga penerima bantuan pun menyampaikan apresiasi atas kepedulian relawan Bolonemase Indonesia Kota Semarang. Warga Manyaran, Semarang Barat, Anang Ambon mengatakan bahwa daging kurban nantinya dibagikan kepada warga sekitar Simongan Pasar BK yang berhak menerima.

“Kami menyampaikan terima kasih dan doa terbaik untuk kawan-kawan Bolonemase Indonesia Kota Semarang atas kepeduliannya kepada masyarakat,” pesannya.

Apresiasi serupa pun juga disampaikan warga Semarang Utara, Willi dan Toro yang menilai, kegiatan tersebut mampu mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Melalui momentum Hari Jadi ke-3 yang bertepatan dengan Idul Adha 1447 H, Bolonemase Indonesia Kota Semarang berharap, semangat berbagi, empati dan gotong royong dapat terus tumbuh serta menjadi budaya sosial yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.

Mari Berbagi:

One Comment

  1. Di dalam dunia politik.nilai yg terpenting adalah TDK sedikit pun meninggalkan hal hal yg bersifat religius.salah satu nya ini.di kegiatan bolone Mase .berkurban seekor kambing turun langsung ke masyarakat.memperingati hari raya idul adha.bolone Mase sak joseee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!