DPW Jagatara Jawa Tengah Susun Roadmap 2026, Fokus Kemandirian Petani Pemberdayaan Nelayan hingga UMKM Kreatif

SEMARANG [Berlianmedia]- DPW Jagatara Jawa Tengah merapatkan barisan dengan membentuk kepengurusan baru, sekaligus menyusun roadmap kerja satu tahun ke depan,  di Ponpes Ar Roworejo Jalan Sembodro baru, Wonolopo, Mijen Kota Semarang, Minggu (15/2).

Konsolidasi ini menjadi momentum penting dalam menegaskan arah gerak organisasi, agar semakin solid, terukur dan berdampak luas bagi masyarakat.

Gus Ahmad Arifin Sekretaris DPW Jagatara Jawa Tengah menyampaikan, langkah konsolidasi tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat fondasi internal organisasi, sekaligus memastikan seluruh program berjalan sistematis dan berkelanjutan. Penguatan struktur kepengurusan diharapkan mampu mendorong efektivitas kerja dan memperluas jaringan kolaborasi di tingkat daerah,” tuturnya

Dalam forum tersebut, Jagatara Jawa Tengah bahwa tiga sektor strategis sebagai prioritas utama, yakni kemandirian petani, pemberdayaan nelayan, dan penguatan UMKM kreatif. Ketiga sektor ini diposisikan sebagai pilar utama ekonomi rakyat yang harus dibangun secara terintegrasi dan berbasis ekosistem.

Baca Juga:  Warga RT 01 RW 19 Taman Udan Riris I Tlogosari Semarang Peringati Malam 17 Agustus 2024

Pada sektor pertanian, organisasi mendorong terciptanya sistem yang memperkuat akses petani terhadap teknologi, permodalan, dan pasar. Kemandirian petani dipandang sebagai fondasi ketahanan pangan daerah yang harus diperjuangkan secara konsisten,” jelas Gus Arifin.

DPW Jagatara Jawa Tengah Susun Roadmap 2026, Fokus Kemandirian Petani Pemberdayaan Nelayan hingga UMKM Kreatif, di Ponpes Ar Roworejo Jalan Sembodro baru, Wonolopo, Mijen Kota Semarang, Minggu (15/2). Foto : Pur Bledek

Sementara itu, Ketua DPW Jagatara jawa tengah Muhammad Yulianto mengatakan pada sektor kelautan dan perikanan, pemberdayaan nelayan diarahkan melalui konsep Kampung Nelayan terintegrasi. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan hunian, tetapi juga mencakup penguatan kelembagaan, sistem ekonomi lokal, hingga akses pembiayaan yang berkelanjutan.

Program Kampung Nelayan terintegrasi dirancang sebagai model pemberdayaan berbasis kawasan, di mana nelayan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang terlibat aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program,” ucapnya

Di sektor UMKM kreatif, Jagatara Jawa Tengah menargetkan peningkatan daya saing pelaku usaha melalui pendampingan, penguatan branding, serta adaptasi teknologi digital. UMKM diharapkan mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Baca Juga:  Gelaran Porprov 2023 Gairahkan Perekonomian di Jepara

“Selain tiga sektor tersebut, pembahasan forum juga menyoroti pengembangan program Low Carbon sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Konsep ini diarahkan untuk mendorong praktik ekonomi hijau yang selaras dengan upaya pengurangan emisi dan keberlanjutan sumber daya alam.

Pendekatan Low Carbon diintegrasikan dalam setiap program, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun UMKM. Dengan demikian, pembangunan ekonomi rakyat tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada keseimbangan lingkungan.

Kepengurusan yang telah terbentuk sepakat bahwa seluruh program harus memiliki indikator kinerja yang jelas serta mekanisme evaluasi berkala. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam menjalankan roda organisasi.

Melalui roadmap 2026 ini, DPW Jagatara Jawa Tengah bertekad memperluas manfaat bagi anggota, pengurus, serta masyarakat luas. Kerja kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Tantangan dan Harapan Jurnalis dan Media Online di Tahun 2025

Dengan semangat konsolidasi dan visi yang terarah, Jagatara Jawa Tengah optimistis dapat menjadi bagian dari solusi dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif, hijau, dan berdaya saing,” pungkas Muhammad Yulianto.

#bl3deKs412.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!