Bambang Pramusinto: Ormas Keniscayaan Demokrasi, Jangan Berubah Jadi Masalah

KAB. BANDUNG[Berlianmedia] – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang, Dr. Bambang Pramusinto, SH, S.IP, menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan (ormas) merupakan keniscayaan dalam sistem demokrasi dan harus menjadi bagian dari solusi, bukan justru bagian dari masalah.

Hal tersebut disampaikan Bambang saat memberikan arahan pada hari kedua Kemah Pembauran Ormas Kota Semarang 2026 yang diikuti 50 peserta, bertempat di Green Grass Cikole, Kabupaten Bandung, Kamis (5/2), usai peserta melaksanakan kegiatan tracking pagi.

Menurut Bambang, tingginya kualitas demokrasi suatu negara salah satunya ditopang oleh keberadaan ormas yang banyak dan berkualitas. Ia menegaskan bahwa negara tidak pernah membatasi masyarakat untuk membentuk ormas selama sesuai dengan ketentuan dan tercatat di Kesbangpol.

“Ormas adalah bentuk representasi masyarakat. Negara-negara maju salah satunya didorong oleh banyaknya ormas yang berkualitas dan berintegritas,” ujarnya.

Baca Juga:  Bawaslu Kota Semarang Launching Jarimu Awasi Pemilu

Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan peran kontrol sosial. Bambang mengingatkan agar kritik yang disampaikan ormas tidak berujung pada kepentingan pragmatis.

“Menyoroti pengadaan barang dan jasa boleh, tapi jangan ujung-ujungnya minta proyek. Itu sama saja. Ormas harus konsisten menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.

Baca juga : 

Kabar Gembira! Februari Ini Pendaftaran Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Jawa Tengah Dibuka

Bambang turut menyinggung peran media sosial dalam membentuk kebijakan publik. Menurutnya, sorotan masyarakat melalui media sosial dapat memengaruhi arah kebijakan pemerintah, sebuah konsep yang kini dikenal dengan NPF (Naratif, Policy, dan Framing).

“Apa yang ramai disuarakan publik di media sosial bisa berdampak pada lahirnya kebijakan. Ini kekuatan masyarakat yang harus digunakan secara bertanggung jawab,” jelasnya.

Baca Juga:  Kelalaian Usai Masak Lupa Matikan Kompor Deretan Kios di Bergas Ludes Terbakar

Lebih lanjut, Bambang memaparkan hasil Indeks Kinerja Ormas (IKO) Kota Semarang tahun 2025 yang masih berada di angka 65,17 persen atau kategori cukup. Ia menargetkan peningkatan signifikan pada tahun 2026 hingga di atas 86 persen, bahkan mendekati 90 persen.

Terdapat tiga aspek utama yang dinilai dalam IKO, yakni tata kelola organisasi, keberlanjutan, dan integritas. Menurutnya, banyak ormas yang tidak berumur panjang karena lemahnya komitmen dan konsistensi.

“Awalnya niatnya baik membantu pemerintah, tapi di tengah jalan tidak konsisten, tidak solid, akhirnya bubar. Ini yang harus dibenahi,” ujarnya.

Bambang juga mendorong ormas-ormas yang sudah mapan untuk membantu ormas lain agar tertib administrasi dan tercatat resmi di Kesbangpol. Saat ini, tercatat ratusan ormas aktif di Kota Semarang.

Baca Juga:  Ketua PWDPI Kota Semarang Kecam Keras Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan Wartawan

“Semakin banyak ormas yang berkualitas, Insya Allah Pemerintah Kota Semarang akan semakin baik, semakin bersih, dan semakin efektif dalam membangun masyarakat,” pungkasnya.

Menutup arahannya, Bambang mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan berharap kegiatan Kemah Pembauran Ormas 2026 dapat diikuti hingga selesai dengan kondisi sehat dan semangat kebersamaan

Mari Berbagi:

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!