Krisseptiana: Pemberdayaan Perempuan Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045
SEMARANG [Berlianmedia] – Perempuan memiliki peran strategis sebagai pilar pembangunan bangsa. Dengan semangat kemandirian, kreativitas, dan inovasi, perempuan Indonesia terus menunjukkan kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan. Tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045” menjadi pengingat sekaligus penguat komitmen bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar wacana, melainkan langkah konkret dalam menyiapkan generasi unggul, berdaya saing, dan berkarakter demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera di masa depan.
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Krisseptiana, S.H., M.M., menegaskan bahwa kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan dalam dialog Prime Topic bertema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar di Front One HK Resort Simpang Lima Semarang, Senin (15/12).
Menurut Krisseptiana, perempuan memiliki peran strategis sebagai pengelola keluarga sekaligus penentu kualitas generasi masa depan. Namun, tanggung jawab tersebut harus dijalankan secara seimbang bersama peran ayah dalam keluarga.
“Perempuan berdaya berarti bangsa berdaya. Ketika perempuan diberi ruang berkembang, dampaknya langsung memperkuat pembangunan nasional,” ujar Tia, sapaan akrab Krisseptiana.
Ia menekankan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar agenda sosial, melainkan langkah strategis melalui peningkatan akses pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan perlindungan hukum.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah, Dra. Ema Rachmawati, M.Hum, menyampaikan Pemprov Jateng telah mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan perempuan, salah satunya melalui Sekolah PERMATA guna memperkuat kemandirian ekonomi dan ketahanan keluarga.
Dialog tersebut juga menghadirkan Ketua Lembaga Pengkajian Pengembangan Sumberdaya Pembangunan Jawa Tengah Yuni Dwi Purwani, S.KM., M.A, serta penulis dan blogger Yeni Endah Kusumaningtyas, yang menekankan pentingnya peran media dalam membangun narasi positif tentang perempuan.


