RS Bhakti Wira Tamtama Gelar Penyuluhan Bulying dan Pemeriksaan Kesehatan di SMA N 4 Semarang
SEMARANG[Berlianmedia] – Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang menggandeng SMA Negeri 4 Semarang mengadakan penyuluhan Kesehatan Mental Remaja, Pelayanan Medical Cek Up, Pelayanan Promosi Rumah Sakit BWT, pemeriksaan cek tensi dan gula darah (khusus para guru), Kamis (1/2).
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 4 Semarang di kawasan Karangrejo Raya Semarang itu diikuti 396 pelajar kelas XI dan para guru. Khusus untuk pemeriksaan cek tensi dan gula darah bagi para guru dilakukan di Aula kecil sekolah.
Untuk penyuluhan kesehatan mental remaja dan bulying/perundungan para siswa selaku pemateri dijelaskan oleh Penanggung Jawab Rekam Medis RS Bhakti Wira Tamtama Kota Semarang dr Yuanita Rahmawati dr Yuanita Rahmawati.
Kegiatan penyuluhan dihadiri Waka Kurikulum SMA 4 Semarang, Ririn Masrikhah MSi, Waka Kesiswaan Aunur Rofiq SAg, Staf MCU Serma Kopda Karsono Abdul Aziz, Karu Laborat Ani Lestari, Penanggung jawab Rekam medis dr Yuanita Rahmawati, Staf Laboratorium Rinna Pamukasih.
dr Yuanita Rahmawati mengatakan kegiatan ini merupakan program kerja Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama yang datang ke sekolah-sekolah untuk melakukan pelayanan,disamping untuk menambah kunjungan ke rumah sakit.
Hari ini pihak RS Bhakti Wira Tamtama mengadakan penyuluhan tentang bulying atau perundungan bagi siswa-siswi di SMA Negeri 4 Semarang, selain itu juga mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi bapak ibu guru.
Menurutnya penyuluhan bulying selain untuk meningkatkan kesadaran awareness bagi pelajar SMA 4 Semarang supaya tahu pembulyian seperti apa dan akan mengakibatkan apa. Misalnya ada korban ternyata mengalami gangguan jiwa, disini juga ada pemeriksaan psikologis apabila ada gangguan gangguan belajar yang diakibatkan terjadi pembulyan tersebut.
“Sekolah sekolah rentan sekali terhadap pembulyan atau tindak kekerasan baik verbal ataupun fisik.Sejauh ini kami kerjasamanya pada penyuluhan ini baru pada beberapa SMA baik negeri maupun swasta,” ujar dr Yuanita.
Pihaknya melakukan penyuluhan sepanjang tahun, untuk di SMA 4 Semarang penyuluhannya khusus bulying, sebelumnya di SMA Negeri 1 Semarang juga digelar penyuluhan khusus kenakalan remaja.
Khusus untuk materi bulying di SMA di antaranya secara verbal termasuk didalamnya seperti mengejek, hanya memeletkan lidah juga termasuk bullying.
“Kita mengenalkan tingkatan hukum disini dan melakukan awareness bagi guru guru juga untuk lebih mengerti terkait bullying,” tuturnya.
dr Yuanita berharap kesehatan mental remaja yang baik, tidak ada pembulyan dan jangan ada pasien (anak SMA) yang datang terjadi sesak napas setelah di cek ternyata tidak apa- apa.
dr Yuanita berkeinginan semua pembelajaran yang ada di sekolah itu aman, nyaman bisa berkembang secara optimal dan maksimal masa depan terus lebih baik dengan bisa berkomunikasi efektif, tidak ada pengejekan secara verbal.
Dia berpesan agar lebih aware lagi tentang kesehatan mental, tidak melakukan bulying tidak sok jagoan di suatu tempat dan tidak memprovokasi temen temennya.
Dia menambahkan, untuk korban bulying itu sendiri apabila merasa terganggu bisa segera datang ke orang tua untuk menceritakan dulu pada awalnya. Apabila membutuhkan tenaga kesehatan didalamnya bisa datang ke fasilitas kesehatan yang mempunyai fasilitas tersebut.
Terkait pemeriksaan taupin cek kesehatan bagi guru meliputi pemeriksaan fisik dan laboratorium, namun yang dilakukan pihaknya hanya cek gula darah, cek tensi serta cek kesehatan yang menggunakan alat khusus.
“Dari daftar kami banyak yang berpartisipasi dalam mengikuti cek kesehatan,” ujarnya
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 4 Semarang yang diwakili Waka Kurikulum, Ririn Masrikhah MSi menuturkan, para siswa SMA Negeri 4 Semarang melaksanakan pembelajaran umum yang bertemakan kesehatan mental pelajar.
Adapun sasarannya pada tahap 1 siswa SMA Negeri 4 Semarang kelas XI yang nantinya akan berkelanjutan dan berbeda untuk kelas X dan kelas XII.
Pihaknya menggandeng orang tua siswa yang sekaligus juga alumni SMA Negeri 4 Semarang yang bekerja di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama (RST) dibidang pendidikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada orang tua siswa maupun alumni yang selama ini dapat berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk menambah wawasan para siswa pada 2024 kebetulan SMA Negeri 4 Semarang,” tuturnya.
Pada 2023 SMA Negeri 4 Semarang jugatelah mencanangkan sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA) dan sesuai dengan apa yang akan di lakukan pihak Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama dalam memberikan penyuluhan terkait bulying atau perundungan terhadap remaja/ pelajar SMA Negeri 4 Semarang.


