Peresmian 531 KDKMP di Wilayah Kodam IV/Diponegoro Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa
BOYOLALI [Berlianmedia]— Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin menghadiri peresmian serentak Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar secara nasional melalui konferensi video bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Sabtu (16/5).
Untuk wilayah Kodam IV/Diponegoro, kegiatan dipusatkan di Gerai KDKMP Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Program tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah, dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa melalui pengembangan koperasi modern, yang terintegrasi dengan sektor pertanian, perdagangan dan UMKM.
Secara nasional, peresmian dipusatkan di Desa Nglawak dan diikuti secara serentak oleh berbagai daerah di Indonesia. Di wilayah teritorial Kodam IV/Diponegoro sendiri, sebanyak 531 titik KDKMP di delapan Kodim jajaran turut diresmikan secara bersamaan.
Kegiatan di Boyolali turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Teguh Subroto serta Komandan Lanud Adi Soemarmo Henri Ahmad Badawi. Hadir pula Danrem 074/Warastratama Muhammad Arry Yudistira, Dandim 0724/Boyolali Dhanu Anggoro Asmoro, Bupati Boyolali Agus Irawan serta jajaran Forkopimda setempat.
Dalam laporannya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, bahwa tahap awal program ini telah meresmikan 1.061 gerai KDKMP di seluruh Indonesia, dengan target mencapai 30.000 gerai dalam satu tahun mendatang.
Menurutnya, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi masyarakat kecil, khususnya petani, pedagang tradisional dan pelaku UMKM, agar memiliki akses distribusi, permodalan serta pemasaran yang lebih baik dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi desa harus menjadi instrumen utama dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat dari tingkat bawah.
“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi wadah ekonomi rakyat yang mandiri, profesional, transparan, dan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa,” tegas Presiden.
Presiden juga menekankan bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat simpan pinjam, tetapi harus berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi warga melalui penguatan sektor pertanian, distribusi kebutuhan pokok, hingga pengembangan usaha produktif masyarakat.
“Kalau desa kuat, ekonomi rakyat kuat. Kalau ekonomi rakyat kuat, maka bangsa ini akan berdiri semakin kokoh,” ujar Presiden dalam sambutannya secara daring.
Presiden menambahkan, pemerintah akan terus memberikan pendampingan dan penguatan program pemberdayaan agar koperasi desa mampu tumbuh sehat, dipercaya masyarakat, dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional berbasis gotong royong.
Selain di Boyolali, pemantauan dan pendampingan program juga dilakukan oleh jajaran pejabat utama Kodam IV/Diponegoro di sejumlah wilayah lainnya. Di wilayah Kodim 0705/Magelang, kegiatan dipimpin Kasdam IV/Diponegoro di Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, serta Danrem 072/Pamungkas di KDKMP Desa Pancuranmas, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Sementara di wilayah Kodim 0723/Klaten, pengawasan dilaksanakan oleh Irdam IV/Diponegoro di KDKMP Desa Socongkansi, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Adapun di wilayah Kodim 0726/Sukoharjo, peninjauan gerai dipimpin Kapok Sahli Pangdam IV/Diponegoro di KDKMP Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.
Program KDKMP dinilai tidak hanya menjadi agenda pembangunan ekonomi semata, tetapi juga bentuk edukasi dan advokasi pemberdayaan masyarakat desa agar memiliki kemandirian usaha, memperkuat ketahanan pangan, serta memperluas akses ekonomi rakyat secara lebih merata dan berkeadilan.


