Grafik Nilai Ekspor Melonjak, Purbalingga Raih Primaniyarta Award
TANGERANG[Berlianmedia] – Terhitung 2020-2022, nilai ekspor Kabupaten Purbalingga mengalami kenaikan siginifikan, yakni di atas 50%. Alhasil, Bupati Purbalingga diganjar penghargaan Primaniyarta Award 2023 dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, sebagai kepala daerah yang dinilai sukses mendukung ekspor.
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan capaian tersebut merupakan kerja bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya.
Penghargaan tersebut, lanjutnya, menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus mendukung ekspor dan menciptakan iklim yang kondusif untuk investasi dan dunia usaha.
“Semoga penghargaan ini bisa menjadi penyemangat, produk purbalingga semakin banyak yang bisa ekspor dan bisa mendunia,” ujarnya seusai menerima penghargaan dari Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, pada pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke 38 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Rabu, (18/10).
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Purbalingga, Johan Arifin menuturkan, pada 2020 nilai ekspor Purbalingga mencapai Rp2.319.238.676.811, kemudian pada 2021 meningkat 50,47% menjadi Rp3.495.934.505.965.
“Pada tahun 2022 nilai ekspor melonjak menjadi Rp6.708.162.038.213, yang mana hampir meningkat dua kali lipat (91,93%),” tuturnya.
Hal ini, tutur Johan, menunjukan bahwa kegiatan ekspor sudah mulai membaik dari pengaruh pandemi Covid-19.
“Komitmen, stimulan, fasilitasi serta dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Purbalingga terhadap dunia usaha berhasil untuk mendongkrak ekspor,” ujarnya.
Sementara itu, Menko Airlangga Hartarto dalam sambutannya, mengatakan surplus ekspor yang dicapai tidak lepas dari peran para produsen, eksportir, duta besar juga dukungan kepala daerah.
“Semoga kita dapat terus meningkatkan ekspor karena ke depan tantangan akan semakin berat,” tuturya.
Senada, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menambahkan, pemerintah terus mendorong perdagangan berkelanjutan yang mencerminkan upaya peningkatan ekspor.
Menurutnya, terhitung Januari-September 2023, Neraca Perdagangan Indonesia berada pada posisi surplus sebesar US$27,75 miliar.


