Antisipasi Kerusuhan di Wilayahnya Polsek Genuk Amankan Belasan Pemakai Miras
SEMARANG [Berlianmedia]- Langkah antisipasi terhadap potensi kerusuhan yang ditimbulkan gangster atau kreak kreak, Polsek Genuk Polrestabes Semarang menjalankan patroli tiga pilar bersama unsur masyarakat lainnya, Sabtu (21/9) malam.
Kapolsek Genuk Kompol Rismanto mengatakan, patroli gabungan tersebut dibantu oleh beberapa organisasi masyarakat (ormas) yang ada di Kecamatan Genuk, seperti Pemuda Pancasila (PP), Banser NU, Karang Taruna, Forum Komunikasi Polisi Masyarakat (FKPM), Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan beberapa elemen masyarakat lainnya.
“Kita melakukan patroli gabungan tiga pilar, bersama dengan ormas-ormas PP, Lindu Aji, Banser, Bankom, FKPM, Karang Taruna, Linmas dan seluruh elemen masyarakat Genuk,” jelasnya Minggu (22/9).
Pelaksanaan patroli, lanjut Kompol Rismanto, dengan jumlah personil sebanyak 150 orang, dibagi menjadi dua tim yang berbeda arah dan titik kumpul pertemuan akhir di Bangetayu Wetan, sebelum kemudian kembali lagi ke Mapolsek Genuk.
“Dari patroli yang kami laksanakan, kami berhasil mengamankan 15 orang yang pesta miras di dua tempat berbeda di daerah Sembungharjo. Yaitu di lapangan dan di salah satu lorong rumah warga. Kami bawa ke Mapolsek dan kami berikan pembinaan,” ungkapnya.
Berencana Aktifkan Siskamling
Walaupun patroli rutin terus dijalankan, namun untuk lebih optimal dalam menjaga Kamtibmas, Kapolsek Genuk berencana akan mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di tiap-tiap RT (Rukun Tetangga) di wilayah Kecamatan Genuk.
“Ya rencana itu akan kita koordinasikan dengan Pak Camat, Pak Danramil dan Forkompinca lain di tingkat kecamatan maupun dengan pimpinan, bagaimana petunjuk dan arahan pimpinan,” kata Kompol Rismanto.
Karena dengan adanya Siskamling di tiap-tiap RT, akan sangat efektif dalam menjaga kerukunan, keamanan dan ketertiban lingkungan warga, sehingga dapat mengurangi bahkan menghentikan ancaman kerusuhan dari gangster ataupun kreak-kreak.
Dikatakan pula oleh Kompol Rismanto, sebagai langkah antisipatif terhadap maraknya gangster ataupun kreak-kreak di Kota Semarang, pihaknya juga selalu melakukan koordinasi dengan sekolah-sekolah.
“Jadi pemuda-pemuda yang terlibat gangster akan didata untuk dijadikan sebagai catatan laporan, saat nanti mencari Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK),” terangnya.
“Kami mengimbau kepada para orang tua maupun guru-guru agar mengingatkan anak-anaknya yang masih sekolah terutama, untuk tidak ikut-ikutan terlibat dalam aksi-aksi gangster,” imbau Kapolsek Genuk Polrestabes Semarang.


