Angka Pengangguran Pekalongan 2022 Turun di Bawah 5%
PEKALONGAN[Berlianmedia] – Tingkat pengangguran terbuka di Kota Pekalongan mengalami penurunan signifikan pada 2022, jika dibandingkan 2021, yakni sebesar 1,91%. Meski turun, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) setempat tetap berupaya untuk menyiapkan angkatan kerja yang kompeten, terampil, serta siap memasuki dunia kerja.
Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan Sri Budi Santoso mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pascapandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Kota Pekalongan membaik, sehingga kesempatan kerja semakin terbuka. Buktinya, angka pengangguran Kota Pekalongan pada 2021 sebesar 6,89% mengalami penurunan menjadi 4,98% pada 2022.
Menurutnya, angka tersebut lebih rendah dibandingkan angka pengangguran di tingkat Provinsi Jawa tengah. Pada 2021, tingkat pengangguran terbuka Jawa Tengah mencapai 5,95%, mengalami penuruna menjadi 5,57% pada 2022.
“Melihat pertumbuhan ekonomi, sebenarnya angka pengangguran bisa lebih ditekan lebih rendah lagi. Artinya, kita harus menyiapkan angkatan kerja, yakni para pekerja yang hendak memasuki dunia kerja, supaya memiliki kompetensi dan kemampuan dalam mengakses kesempatan kerja yang terbuka,” ujar SBS panggilan akrab Sri Budi Santoso itu.
Dia menambahkan, adapun komponen peningkatan kompetensi angkatan kerja didorong dengan sejumlah upaya untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, wawasan, keterampilan teknis, dan kemampuan bekerja dan berkomunikasi (soft skills) sumberdaya manusianya. Misalnya, sikap dan perilakunya, terkait persoalan kemauan, keuletan, kegigihan, kejujuran, serta kemampuan komunikasi.
Tahun ini, lsnjutnya, terdapat banyak pelatihan keterampilan kerja, di antaranya pelatihan menjahit, tata rias, pembuatan kue dan roti, teknisi ponsel, barista, operator komputer, setir mobil, dan sebagainya.
“Tahun ini kita menggenjot upaya pelatihan kerja yang rencananya lebih dari 2.000 angkatan kerja supaya mereka lebih siap memasuki dunia kerja,” tuturnya.


