Menuju Proklim, Kecamatan Ngablak Kuatkan Mitigasi Perubahan Iklim

MUNGKID[Berlianmedia] – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang mencanangkan Kecamatan Ngablak sebagai Kecamatan Menuju Proklim. Deklarasi tersebut digelar di Pinea Forest Mangli Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kamis (21/9).

Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto mengajak seluruh elemen masyarakat maupun komunitas untuk bersinergi menguatkan upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.

“Tidak kalah penting, agar setiap desa untuk membentuk Pokja Proklim, yang mana nantinya, dari masing-masing desa itu agar saling berjejaring atau terhubung satu sama lainnya. Karena setiap kampung iklim memiliki cara dan keunikannya sendiri. Dengan saling berjejaring, maka kampung iklim bisa saling belajar dan mencontoh agar menjadi semakin baik,” ujarnya.

Adi Waryanto berharap, melalui deklarasi tersebut terwujud langkah nyata pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Baca Juga:  MEMAHAMI UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI SECARA UTUH

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas deklarasi saja. Namun, tetap terus memperkuat komitmen dengan melakukan langkah-langkah nyata, seperti penghijauan dengan melakukan penanaman pohon sebanyak-banyaknya, menjaga sumber mata air, tidak membakar sampah, hutan dan lahan secara sembarangan, serta berupaya untuk mengurangi risiko dan ancaman akibat bencana yang disebabkan dari perubahan iklim,” tutur Adi Waryanto.

Sementara, Camat Ngablak Pudjo Ihtiarta melaporkan hingga saat ini masyarakat Kecamatan Ngablak masih enggan untuk membuang sampah di TPS3R maupun bank sampah.

“Memang di wilayah Kecamatan Ngablak terdapat 4 TPS3R, namun belum optimal, ada dua yang macet dan dua yang jalan. Bahkan kita masih jumpai pembuangan sampah di sungai, di got maupun membakarnya. Ini sangat bahaya sekali karena akan meningkatkan konsentrasi rumah kaca atau pemanasan Global,” ujar Pudjo.

Baca Juga:  Mampu Gerakkan Program Pembangunan Bidang Keluarga, Ita Raih Penghargaan

Selain itu, lanjutnya, masih banyak dijumpai para peternak yang membuang kotoran di got atau saluran pembuangan air.

“Kita bersama pemerintah desa bekerja sama untuk pelan-pelan mengubah pola pikir masyarakat ke arah yang lebih ramah lingkungan,” tuturnya.

Menurut Pudjo, solusi yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan dibentuknya Program Kampung Iklim (Proklim) dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup selama dua bulan untuk berputar di enam desa membentuk dan menyosialisasikan Proklim. Enam desa tersebut di antaranya Desa Girirejo, Jogoyasan, Pandean, Ngablak, Tejosari dan Jogonayan.

“Ke depan sampai periode Desember akan kita bentuk seluruhnya 16 desa sebagai Kampung Proklim,” ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!