Salatiga Kukuhkan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

SALATIGA [Berlianmedia] – Apel rutin di halaman Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (13/10), menjadi momentum penting bagi jajaran ASN dan karyawan Pemkot. Dalam apel tersebut, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., menegaskan bahwa prestasi beruntun yang diraih Kota Salatiga bukan sekadar angka penghargaan, melainkan hasil nyata dari sinergi seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan apel berlangsung khidmat di bawah bendera merah putih yang berkibar gagah. Sejak pagi, para aparatur sipil negara dan karyawan dari berbagai OPD tampak memenuhi halaman kantor Pemkot Salatiga. Dalam sambutannya, Wali Kota Robby Hernawan menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang berperan aktif dalam mewujudkan kota yang bersih, tertata, dan berorientasi masa depan.

“Prestasi yang kita peroleh hari ini tidak mudah. Ini adalah hasil kerja bersama, cerminan bahwa Kota Salatiga telah berhasil menapaki jalur pembangunan yang ramah lingkungan, partisipatif, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam amanat apel, disambut tepuk tangan peserta apel.

Menurut Wali Kota, konsep pembangunan berkelanjutan tidak hanya terbatas pada penghijauan dan pengelolaan sampah, tetapi juga menyentuh dimensi yang lebih luas, seperti tata ruang, infrastruktur, hingga tata kelola pemerintahan yang baik. “Berkelanjutan berarti kita membangun bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga memikirkan generasi yang akan datang. Salatiga harus menjadi kota yang tumbuh tanpa merusak keseimbangan alam dan sosialnya,” imbuhnya.

Dalam apel tersebut, Wali Kota juga menyerahkan secara simbolis dua penghargaan prestisius yang baru saja diraih oleh Pemerintah Kota Salatiga dalam ajang UI Green City Metric 2025. Penghargaan pertama adalah peringkat ke-6 Kota/Kabupaten Paling Berkelanjutan di Indonesia, yang diserahkan kepada Penjabat Sekretaris Daerah. Penghargaan kedua adalah peringkat ke-3 untuk bidang Tata Pamong Paling Berkelanjutan, yang diserahkan kepada Asisten Pembangunan dan Perekonomian Sekda.

Kedua penghargaan tersebut menegaskan kiprah Salatiga sebagai salah satu kota kecil dengan visi besar terhadap pembangunan hijau dan tata kelola yang transparan. UI Green City Metric sendiri merupakan ajang pemeringkatan yang digagas oleh Universitas Indonesia untuk menilai keberlanjutan kota-kota di Indonesia berdasarkan indikator lingkungan, sosial, dan tata kelola pemerintahan.

“Penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal dari tanggung jawab baru. Kita harus mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian ini, dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam setiap kebijakan,” tutur Robby Hernawan menegaskan komitmennya.

Ia menambahkan bahwa dalam era pembangunan modern, kolaborasi menjadi kunci. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia pendidikan, dan sektor swasta. Semua pihak, kata dia, perlu bergerak dalam semangat yang sama untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya efisiensi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang transparan. Menurutnya, keberhasilan dalam bidang tata pamong bukan hanya karena sistem digital yang baik, tetapi juga karena integritas aparatur. “ASN Salatiga harus menjadi teladan dalam kejujuran dan pelayanan publik. Tidak ada pembangunan berkelanjutan tanpa integritas,” tegasnya.

Selain penyerahan penghargaan, apel juga diwarnai dengan peneguhan komitmen seluruh ASN untuk menjaga lingkungan kerja yang bersih dan produktif. Sejumlah peserta apel mengaku bangga atas prestasi yang diraih, sekaligus merasa tertantang untuk menjaga momentum ini. “Kami merasa terinspirasi untuk terus bekerja lebih baik, apalagi setelah tahu bahwa kerja keras selama ini membuahkan hasil,” ujar salah satu ASN dari Dinas Lingkungan Hidup.

Capaian ini semakin memperkuat posisi Salatiga sebagai kota yang berdaya saing dalam isu keberlanjutan. Sebelumnya, Salatiga juga mencatat sejumlah inovasi hijau, seperti penerapan eco office, pengelolaan bank sampah terpadu, serta program edukasi lingkungan bagi pelajar. Berbagai kebijakan tersebut menjadi faktor penentu yang membuat Salatiga dilirik sebagai model kota kecil dengan dampak besar dalam pembangunan hijau nasional.

Dalam penutup sambutannya, Wali Kota Robby Hernawan menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan di Salatiga harus menjadi gerakan kolektif yang hidup di tengah masyarakat, bukan hanya jargon pemerintahan. “Kita ingin setiap warga Salatiga merasa memiliki kota ini, menjaga kebersihan lingkungannya, menghemat energi, dan ikut serta dalam kegiatan sosial. Inilah makna sejati dari pembangunan berkelanjutan,” tuturnya dengan nada optimistis.

Dengan dua penghargaan baru di tangan dan komitmen yang terus digelorakan, Pemerintah Kota Salatiga meneguhkan langkahnya menuju masa depan kota yang hijau, tertata, dan manusiawi. Semangat sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi fondasi kuat untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil hari ini akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *