Perahu Hanyut di Rawa Pening, Nelayan Lansia Bawen Ditemukan Meninggal Dunia

KABUPATEN SEMARANG [Berlianmedia]- Duka menyelimuti warga Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Seorang nelayan lanjut usia, Rumadi (66), ditemukan meninggal dunia di aliran Kali Tuntang, kawasan Rawa Pening, Rabu pagi (28/1).

Korban dikenal sebagai nelayan tradisional yang setiap hari menggantungkan hidupnya dari danau dan sungai tersebut.

Peristiwa bermula sekitar pukul 06.00 WIB, ketika Ifan (40), warga setempat, melihat sebuah perahu hanyut tanpa awak di aliran Kali Tuntang.

Perahu itu dikenali sebagai milik Rumadi. Kecurigaan pun muncul, mengingat korban biasanya selalu berada di perahu saat mencari ikan.

“Saat saya hendak mencari ikan, saya melihat perahu milik korban hanyut terbawa arus, tapi orangnya tidak ada. Saya lalu memberitahu nelayan lain dan melapor ke Polsek Bawen,” ujar Ifan.

Baca Juga:  Sekolah Rakyat di Jepara Ditarget Rampung Juli, Progres Capai 26,75 Persen

Tim gabungan dari kepolisian dan masyarakat setempat, melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Sekitar pukul 07.30 WIB, jasad Rumadi akhirnya ditemukan di sekitar area jaring ikan yang biasa ia pasang, tak jauh dari tempat ia beraktivitas setiap hari.

Jarak penemuan korban diperkirakan sekitar 500 meter dari lokasi perahu hanyut. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Dusun Sumurup, Desa Asinan, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolsek Bawen, AKP Wiwid Wijayanti, S.H., M.H., menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, korban memang memiliki rutinitas mencari ikan seorang diri sejak dini hari.

“Korban biasanya berangkat sekitar pukul 04.30 WIB. Dugaan sementara, korban terpeleset atau terjatuh dari perahu saat mengambil jaring ikan. Para saksi sudah sangat mengenal kebiasaan dan lokasi korban memasang jaring, sehingga pencarian dapat dilakukan lebih cepat,” jelasnya di lokasi kejadian.

Baca Juga:  792 Siswa SMA Negeri 4 Semarang Nikmati Makan Bergizi Gratis

Pemeriksaan awal oleh petugas medis dari Puskesmas Bawen tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa almarhum tidak memiliki riwayat penyakit tertentu.

“Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan luka akibat kekerasan. Keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, dengan membuat surat pernyataan,” tambah Kapolsek.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi nelayan tradisional, khususnya nelayan lansia yang masih harus bekerja sendiri di perairan terbuka demi memenuhi kebutuhan hidup.

Minimnya alat keselamatan dan rutinitas bekerja seorang diri, membuat mereka rentan terhadap kecelakaan kerja yang sering luput dari perhatian.

Jenazah Rumadi telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Warga berharap ke depan ada perhatian lebih dari berbagai pihak terhadap keselamatan nelayan kecil di kawasan Rawa Pening, agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Baca Juga:  Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Glagah Wangi, Polisi Lakukan Penyelidikan

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!